Home Nasional Daerah Sebanyak 147 Perwira Polda Kalimantan Barat Dimutasi

Sebanyak 147 Perwira Polda Kalimantan Barat Dimutasi

0

AKBPIdha2JAKARTASATU — Kasus penggelapan barang bukti narkotika menjerat penyidik di Direktorat Narkoba Polda Kalimantan Barat AKBP Idha Endri Prasetyono. Kasus ini sempat menggegerkan Tanah Air. Karena, sebelumnya, Idha dicokok lebih dulu oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM) di Kuching, Malaysia, pada 29 Agutrus lalu. Idha ditangkap bersam Bripka MP Harahap.

Penangkapan tersebut dilakukan PDRM setelah menangkap kurir narkoba jenis sabu bernama Chusi di bandar udara Kuala Lumpur. Tak lama kemudian PDRM menangkap Idha dan MP Harahap di Kuching. Dari tangan Chusi, PDRM menyita barang bukti 3,1 gram sabu.

Namun, dari Hasil pemeriksaan PDRM diputuskan bila dua anggota Polri tersebut tidak cukup bukti dinyatakan terlibat dalam jaringan narkoba tersebut.

Dari Malaysia, keduanya langsung diterbangkan ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan. Dan, pada 10 September lalu, penyidik Mabes Polri menetapkan AKBP Idha Endri Prastiono sebagai tersangka, sementara status AKP MH Harahap masih belum jelas.

Pada Oktober ini, Polda Kalimantan Barat rencananya akan melakukan mutasi besar-besaran, yakni sebanyak 147 perwira pertama dan menengah. Alasanya, menurut Direktur Binmas Polda Kaliamantan Barat, Kombes (Polisi) Suhadi SW: dalam rangka penyegaran. “Sebanyak 147 perwira pertama dan menengah yang dimutasikan itu mulai dari polisi berpangkat Ipda sampai AKBP, baik di tingkat polsek maupun di polres-polres, dengan jabatannya mulai dari kapolres, kabid, kabag, kapolsek serta kanit,” kata Suhadi SW di Pontianak, Jumat (3/10).

Pergantian anggota polisi itu sesuai surat keputusan Kapolda Kalbar Nomor KEP/522/IX/2014 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan Polda Kalbar.

Menurut Suhadi lagi, mutasi mulai dari Kepala Biro SDM Polda Kalbar Kombes (Polisi) Dwi Setiadi digantikan oleh Kombes (Polisi) Baskoro. “Pak Dwi Setiadi dapat tugas baru di Mabes Polri, sebagai Kabag Anev Divisi Humas. Sementara Kombes (Polisi) Baskoro sebelumnya sebagai Kepala Biro SDM Polda Yogyakarta. Beliau juga pernah lama bertugas di Kalbar. Dulu, dia berpangkat Ipda dan AKP, kemudian bertugas ke Yogyakarta dan kembali lagi ke Kalbar,” tuturnya.

Mutasi juga terjadi pada Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar digantikan oleh AKBP Nowo Winarti, yang mulai aktif 9 Oktober. Serah terima jabatan Kabid Humas akan digelar. Tapi, khusus untuk AKBP Mukson Munandar, ia tidak mengikuti sertijab itu karena telah menyerahkan jabatannya langsung kepada Wakapolda Kalbar Kombes (Polisi) Joko Irwanto mulai Jumat kemarin. Tak dieproleh informasi Mukson dimutasi ke mana.

Kepala Polda Kalbar Brigjend Polisi Arief Sulistianto mengatakan, ini adalah mutasi rutin. “Evaluasi ada yang karena tidak mampu, ada promosi naik pangkat, ada demosi dan lain-lain,” katanya.

Ia menjelaskan, telegram rahasia (TR) pergantian anggota polisi sebanyak itu sudah terbit sejak Rabu lalu (1/10). “Sebentar akan ada lagi, mutasi rutin, karena kini kami sedang fokus evaluasi Polresta Pontianak selama bulan Oktober,” tuturnya.

Sementara itu, di Jakarta, puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat se-Jakarta melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (1/10). Aksi unjuk rasa tersebut merupakan bentuk protes massa HMI terhadap kriminalisasi yang dilakukan aparat kepolisian Kalimantan Barat terhadap kader HMI yang melakukan unjuk rasa di sana.

“Aksi kami merupakan aksi protes terhadap aparat kepolisian yang bertindak semena-mena terhadap kader HMI di Kalimantan Barat. Kader HMI bukan maling dan tak bisa diperlakukan seenaknya tanpa perikemanusiaan. Kami melakukan aksi unjuk rasa untuk memperjuangkan hak rakyat, namun mendapat perlakuan yang kriminal dari aparat kepolisian,” tutur Awaludin, Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara.

Awal menambahkan, pihaknya akan terus menuntut hal tersebut sampai Kapolri mencopot Kepala Polda Kalbar yang sudah membiarkan anak buahnya berlaku semena-mena. “Kami akan menuntut hal tersebut dan akan melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri. Kami mendesak Kapolri mencopot Kapolda Kalbar yang membiarkan anak buahnya berlaku kriminal terhadap saudara kami di Kalbar,” kata Awal.

Menurut mereka, aktivis HMI Kalbar ketika melakukan aksi unjuk rasa dihalau aparat kepolisian dengan kasar sehingga terjadi kericuhan. Dalam kericuhan itu, aparat kepolisian memperlakukan Ketua HMI Kalbar dan sebagain kader HMI seperti binatang.(ASN/PN/TOM)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.