Home EKONOMI Migas Bos Medco Group Tantang Jokowi Atasi Krisis Energi

Bos Medco Group Tantang Jokowi Atasi Krisis Energi

0
IST

 

IST
IST

Jakarta, PorosNews.com – Pemilik sekaligus pendiri Medco Group Arifin Panigoro, menyarankan Presiden terpilih Joko Widodo, harus berani mendobrak regulasi untuk mengatasi krisis energi di Tanah Air saat ini. Pasalnya, krisis energi saat ini bukan lagi hal yang ilusi.

“Cadangan minyak kita akan habis dalam 11 tahun mendatang jika tidak ada temuan baru. Indonesia harus beraksi secepatnya untuk keluar dari jerat krisis energi,” kata Arifin dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “Krisis Energi dan Kepemimpinan Nasional: Harapan dan Terobosan Untuk Pemerintahan Baru’ di Universitas Paramadina, Sabtu (11/10).
Segala persoalan di sektor energi, juga tidak terlepas dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di tubuh baik kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) ataupun Pertamina. Seperti diketahui, saat ini mencuat nama Darwin Silalahi yang akan mengisi posisi Direktur Utama Pertamina, ditambah dengan hadirnya nama Triharyo ‘Hengki’ Soesilo yang digadang-gadang akan menempati posisi nomer satu di KESDM.
Menanggapi hal itu, Arifin mengaku enggan mengomentari hal tersebut lantaran dirinya juga memang tidak tahu akan nama-nama tersebut.
“Waduh kalau Pertamina itu tidak tahu yah. Yang jelas kalau menteri yah presiden-lah yang menggodoknya. Saya tidak mengikuti itu, tanya pak Anis (Anies Baswedan) saja,” ujarnya.
Sementara itu, ketika dimintai pendapatnya mengenai masalah terkait Satgas Anti-mafia Migas, Arifin menjelaskan bahwa jika diibaratkan, mafia migas itu seperti pedagang yang memiliki perantara dan berdagang dengan memanfaatkan sistem yang tertutup.
“Mafia migas itu kalau kita ingin dengan tenang menerjemahkan, mereka adalah pedagang yang ada perantaranya, itu yang disebut mafia. Sekarang kalau membasmi mafianya sama saja kita hanya membasmi pedagangnya, tapi sistem perdagangannya yang tertutup itu masih terus berlangsung,” jelasnya.
Lebih lanjut ia menuturkan bahwa untuk menghindari praktik-praktik mafia migas, maka langkah awal yang tepat adalah dengan menjadi Pertamina sebagai perusahaan terbuka agar masyarakat bisa membaca laporan keuangan perseroan.

“Awalnya memang harus dibuat terbuka dulu sistemnya. Pertamina harus transparan,” tukasnya.

Sumber: Aktual.co

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.