Home EKONOMI Migas Revolusi Energi, Calon Terkuat Menteri ESDM Ini Tawarkan Opsi Tidak Naikan BBM

Revolusi Energi, Calon Terkuat Menteri ESDM Ini Tawarkan Opsi Tidak Naikan BBM

0
Pakar Perminyakan, Iwan Ratman/IST

iwandatang_thumbJakarta, PorosNews.com – Ketua Dewan Pembina Komunitas Migas Indonesia (KMI), Iwan Ratman kini disebut- sebut sebagai calon terkuat Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), hal ini dikarenakan Iwan memiliki program kerja yang berbeda dengan para calon lainnya. Di samping itu, Iwan dinilai memiliki track record serta pemikiran Revolusi Energi Indonesia yang digagasnya.

Iwan memaparkan sejumlah strategi agar pemerintah dapat melaksanakan Revolusi Energi yang salah satunya adalah solusi tanpa menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Yang jelas, kalau memang saya diberikan amanah oleh Bapak Presiden, saya akan melakukan tujuh program Revolusi Energi Indonesia agar bangsa ini terhindar dari krisis energi dan berdaulat di bidang energi,” katanya kepada pers di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, (14/10).

Konsep ini, kata Iwan, sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno untuk menciptakan Bangsa Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.

Ia menjelaskan, ketujuh program revolusi energi yang diusung. Pertama, solusi tanpa menaikkan harga BBM bersubsidi pada awal pemerintahan serta program pengurangan konsumsi BBM bersubsidi secara bertahap dan konsisten.

Kedua, program pengembangan energi baru dan terbarukan guna mencapai proporsi 17 persen dalam bauran energi. Ketiga, program peningkatan produksi migas nasional. Keempat, program pemberantasan mafia migas.

Kelima, program menjadikan Pertamina menjadi world class energy company. Keenam, program penyediaan tenaga listrik nasional. Ketujuh, program peningkatan nilai tambah industri pertambangan.

Ketujuh program tersebut harus menjadi prioritas utama pemerintahan Jokowi-JK dalam rangka menciptakan kedaulatan energi sehingga Indonesia tidak lagi tergantung kepada asing dan mampu berdikari menjadi bangsa yang mandiri.

“Saya usulkan agar pemerintah mendatang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi kpada tahap awal karena akan berdampak langsung pada menurunnya daya beli masyarakat, naiknya harga-harga kebutuhan pokok maupun komoditas yang dibutuhkan masyarakat, potensi PHK karena tutupnya industri-industri lemah dan menengah akibat turunnya daya beli masyarakat, kenaikan inflasi serta berbagai dampak negatif bagi masyarakat kecil. Pemerintah harus menyiapkan infrastruktur diversifikasi bahan bakar sehingga masyarakat siap apabila BBM nanti dinaikkan”, ujarnya lagi.

“Kita harus kreatif untuk mencari solusi untuk menggantikan beban subsidi pada APBN sebesar Rp. 300 trilyun, yaitu dengan cara menaikkan pajak kendaraan bermotor yang berpotensi menambah penerimaan Negara Rp. 90 trilyun, menaikkan pajak rokok dan minuman beralkohol yang dapat mencapai Rp. 63 trilyun, menggiatkan potensi pajak lainnya seperti pejak ekspor, pajak transaksi perbankan, pajak transaksi valas, pajak surpkus Bank Indonesia dan lainnya, yang kesemuanya akan memberikan potensi pendapatan sebesar Rp. 760 trilyun. Semua program di atas tidak akan berdampak langsung pada kehidupan rakyat kecil,” ujar Iwan dengan semangat.

“Bila Pemerintah menaikkan harga BBM sebesar Rp. 3000/liter, maka potensi pendapatan hanya Rp. 120 trilyun, tanpa mempertimbangkan ongkos dari aspek sosial, politik, dan aspek-aspek lainnya yang dapat merugikan Pemerintah dimata rakyatnya,” demikian menurut Iwan.

Di tempat yang sama, Analis Pusat Kajian Komunikasi Politik (PKKPI), Raka Natanagara mneyebut bahwa Iwan Ratman pantas mendapat dukungan luas dari masyarakat termasuk para relawan. Hal itu, kata dia, dikarenakan Iwan begitu merakyat dan konsep yang disodorkan untuk mengatasi masalah-masalah energi sangat berpihak untuk kepentingan rakyat banyak. Program Revolusi Energi merupakan ide yang bersangkutan yang dapat membawa negara Indonesia mencapai Kedaulatan dan kemandirian energi.

“Banyak orang yakin bahwa program ini akan menjadi icon pemerintahan Jkw-Jk sehingga mendapat apresiasi dari rakyat,”tuturnya.

Berbagai kalangan masyarakat dan  relawan diam-diam menyodorkan nama Ketua Dewan Pembina Komunitas Migas Indonesia (KMI) Dr Iwan Ratman sebagai kandidat menteri ESDM. Iwan  mengapresiasi dukungan kepadanya untuk masuk kabinet dengan menjadi menteri sumber daya mineral (ESDM) dari kalangan profesional murni.

Pakar migas yang ramah dan rendah hati  itu, Ir Iwan Ratman MSc PhD, adalah alumnus ITB dan Undip serta University of Texas, USA dan UTM Malaysia dan Imperial College London, dikenal merakyat dan tidak neko-neko, apa adanya.

“Secara pribadi, saya mengapresiasi dukungan yang telah disampaikan masyarakat dan relawan, namun semuanya terpulang kepada pemerintahan Jokowi-JK,” kata Iwan.

Imam Shalahudin, peneliti the New Indonesia Foundation, menilai Iwan sangat pantas jadi menteri ESDM karena rekam jejak dan komitmennya pada Trisakti Soekarno.

”Para relawan mendukung Mas Iwan karena sosok yang rendah hati, rekam jejaknya bersih dan integritasnya tinggi,” kata Imam.

Iwan Ratman  mengemukakan, menteri sepenuhnya merupakan hak prerogratif presiden, namun kalau diberikan amanah dan kepercayaan, dirinya siap mengembannya.

Menurut Iwan Ratman, beban tugas dan tanggung jawab Kementerian ESDM ke depan sangat berat karena tidak hanya memiliki kemampuan teknik dan pengetahuan di bidangnya dan berpengalaman panjang di dunia migas dari hulu hingga hilir. Tapi juga dibutuhkan sosok yang punya hubungan dan spektrum luas di dunia internasional.

“Yang jelas, kalau diberikan amanah, saya akan melakukan tujuh program Revolusi Energi Indonesia agar bangsa ini terhindar dari krisis energi dan berdaulat di bidang energi,” katanya.

Konsep ini sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno untuk menciptakan Bangsa Indonesia berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya.

“Apalagi 30 persen kontribusi sektor energi dan migas merupakan salah satu andalan pemerintah dalam APBN,” ujarnya. (BIM)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.