Home Nasional Hukum Bisnis Mafia di Ujung Pertamina

Bisnis Mafia di Ujung Pertamina

0
Widyawan sedang menunggu panggilan penyidik KPK/ IST

 

Widyawan sedang menunggu panggilan penyidik KPK/ IST
Widyawan sedang menunggu panggilan penyidik KPK/ IST

PorosNews.com –  Kabar tak sedap kembali menghiasi pemberitaan di lini masa terkait kursi nomor wahid di Pertamina. Nama Renaldi Firmansyah, Mantan Direktur Utama PT. Telkomunikasi Indonesia dan Widyawan Prawiraatmaja, Deputi Komersial SKK Migas mencuat ke permukaan sebagai kandidat yang bakal mengisi jabatan strategis tersebut.

“Renaldi dan Widyawan yang kita tahu di masa kepemimpinan mereka di masing masing lembaganya sarat dengan masalah. Sehingga sangat patut kiranya untuk diseleksi secara baik, agar mereka yang terpilih untuk menjadi Dirut Pertamina adalah mereka yang mengerti betul tentang masalah mafia di tubuh Pertamina,”ungkap praktisi hukum, M. Zakir Rasyidin di Jakarta, Kamis, (13/11).

Menurutnya, calon Direktur Utama Pertamina seyogyanya dipilih melalui mekanisme lelang serta melibatkan rakyat. Sebab, kata dia, Pertamina merupakan BUMN yang paling banyak menentukan arah peluang bisnis minyak di bumi Indonesia.

“Artinya Calon Ditektur Utamanya haruslah yang diterima oleh kalangan bisnis dan usaha, bukan karena pesanan Politik seseorang atau karena kedekatan. Sebab Pertamina sampai hari ini masih diisi oleh banyak mafia. Sehingga bakal calon Dirutnya pun harus bersih dari predikat mafia itu sendiri. Paling tidak orang orangnya tidak punya catatan gelap di masa lalunya,”tambahnya.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Intitute (IPI), Karyono Wibowo. Ia menyebut Widyawan dan Renaldi sangat tidak layak menduduki kursi Dirut Pertamina. Ia beralasan Renaldi tak berpengalaman di dunia migas. Sementara, Widyawan sempat bersinggungan dengan hukum.

“RF tidak memiliki backround di bidang migas. Untuk memimpin Pertamina tidak hanya memiliki kemampuan leadership tetapi harus juga memiliki keahlian di bidang migas dari hulu hingga hilir dan harus memiliki integritas yang kuat. Pengetahuan dari hulu hingga hilir diperlukan agar Dirut Pertamina mengetahui kebijakan yang tepat dalam mewujudkan kedaulatan energi sebagaimana yang menjadi program presiden Jokowi,”

Dari segi pengalaman dan keahlian di bidang migas, kata dia, Widyawan cukup baik. Tetapi figur ini pernah disebut-sebut dalam kasus suap Kepala SKK migas Rudi Rubiandini.

Hanya saja, kata dia, asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati. Akan tetapi, sekedar antisipasi presiden Jokowi perlu hati-hati memilih pejabat publik apalagi untuk posisi strategis di jajaran Direksi Pertamina. (AYI)

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.