Home Nasional Hukum Sudah Tersangka, Hadi Poernomo Asyik Shopping di Mall

Sudah Tersangka, Hadi Poernomo Asyik Shopping di Mall

0
Hadi Purnomo sedang shoping di Mall Pasific Place, Rabu, (12/11)
Hadi Purnomo sedang shoping di Mall Pasific Place, Rabu, (12/11)
Hadi Purnomo sedang shoping di Mall Pasific Place, Rabu, (12/11)

PorosNews.com –  Bukan rahasia lagi bila penegak hukum seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak langsung menahan orang-orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sebut saja, Jero Wacik sudah dua bulan jadi tersangka di KPK, Anas Urbaningrum hampir satu tahun jadi tersangka, Adi Mallarangeng pun demikian, . Tak terkecuali untuk seorang Hadi Purnomo, eks pucuk pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia (Hadi) kini masih enjoy berkeliaran di tengah kerumunan orang dengan tenangnya. Dalam satu kesempatan, kami pernah memergoki hadi tengah shopping di kawasan Mall Pasific Place, SCBD  Sudirman, Rabu, (12/11) ditemani seorang wanita. Hadi nampak menikmati mengisi hari-harinya soelah tanpa beban dan rasa takut dengan ancaman rawat inap di hotel prodeo KPK.

Sebagaimana diketahui, bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Jenderal Pajak Hadi Purnomo sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia.

Ketua KPK Abraham Samad menjelaskan kronologis kasus permohonan pajak BCA yang menimpa mantan Dirjen Pajak itu. Pada 12 Juli 2003, PT BCA TBK mengajukan surat keterangan pajak transaksi non-performance loan Rp 5,7 T kepada Direktorat Pajak Pengasilan (PPh).

“Setelah surat itu diterima PPh, dilakukan kajian lebih dalam untuk bisa ambil 1 kesimpulan dan hasil pendalaman,” kata Abraham dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/4/2014) lalu.

Kurang lebih 1 tahun kemudian, tepatnya pada 13 Maret 2004, Direktur PPh memberikan surat pengantar risalah keberatan ke Direktorat Jenderal Pajak yang berisi hasil telaah pengajuan keberatan pajak BCA itu.

Adapun hasil telaah itu berupa kesimpulan bahwa permohonan wajib pajak BCA ditolak. Sehari sebelum jatuh tempo kepada BCA pada 15 Juli 2004, Hadi selaku Dirjen Pajak memerintahkan kepada Direktur PPh dalam nota dinas untuk mengubah kesimpulan, yakni agar menerima seluruh keberatan wajib pajak BCA. Selaku Dirjen Pajak, tutur Abraham, Hadi mengabaikan adanya fakta materi keberatan wajib pajak yang sama antara BCA dan bank-bank lain.

Abraham menjelaskan, ada bank lain yang punya permasalahan sama namun ditolak oleh Dirjen Pajak. Akan tetapi dalam permasalahan BCA, keberatannya diterima. “Di sinilah duduk persoalannya. Oleh karena itu KPK temukan fakta dan bukti yang akurat,” ujar Abraham.

Berdasarkan itu, ucap dia, KPK melakukan forum ekspose atau gelar perkara dengan satuan petugas penyelidik. “Dan seluruh pimpinan KPK sepakat menetapkan Hadi selaku Dirjen Pajak 2002-2004 dan kawan-kawannya menjadi tersangka,” ujar Abraham.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menambahkan, Hadi sebagai Dirjen Pajak menyalahgunakan wewenangnya dalam menerima keberatan wajib pajak BCA. Padahal berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pajak dinyatakan setiap keputusan penerimaan atau penolakan keberatan wajib pajak harus diambil dengan teliti dan cermat.

“Dirjen Pajak menerima seluruh keberatan, tapi nggak memberi tenggang waktu. Padahal seluruh keputusan harus diambil dengan teliti dan cermat, itu dari Surat Edaran Dirjen Pajak sendiri,” kata dia.

KPK menetapkan mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam permohonan keberatan wajib pajak yang diajukan Bank Central Asia (BCA). Penetapan tersangka Hadi itu dalam kapasitasnya sebagai Direktur Jenderal Pajak 2002-2004.

Oleh KPK, Hadi disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Kalau sudah resmi dan tanpa halangan, masihkah KPK berdiam diri atas ketenangan status tersangka yang hingga saat ini masih menghirup udara bebas?

 

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.