Home Nasional Hukum Kenapa FPI Mesti Didukung

Kenapa FPI Mesti Didukung

0
Hendrajit
Kenapa sih FPI mesti didukung, itu kan Islam Radikal. Lebih celaka lagi ada yang nanya gini pas baca dialog antar teman di medsos. “Lho, dulunya kan kamu ini sinis sama agama, kok sekarang malah dukung FPI?” Kesan saya, yang nanya dan yang ditanya tanpa sadar mengakui ada gejala baru yang sama sama mengkhawatirkan, tapi belum tahu apa.

Waktu pagi tadi baca beberapa koran, saya menangkap sedang ada tren berulang seperti pada 1965 dan kejadian2 sesudahnya. Yang agaknya sekarang sedang di daur ulang. Kalau dulu komunisto phobia, sekarang Islamophobia. Kalau dulu semua tanggungjawab politik tragedi 1965 ditimpakan pada PKI, padahal yang bermain ketika itu nggak cuma PKI. Sekarang segala urusan yang sebetulnya berakar pada krisis multi-aspek, semuanya ditimpakan penyebab hulunya adalah FPI dan Islam radikal atau garis keras.

Makanya kalau sekarang saya, atau beberapa kawan, terkesan membela FPI, bisa jadi juga karena menangkap gelagat itu. Dari dulu sampai sekarang meskipun saya tidak berpaham komunis, paling anti kalau diajak ikut-ikutan mengkampanyekan bahaya laten komunis atau PKI.

Karena saya menangkap ada skema besar yang justru mau tetap memanfaatkan tetap berlanjutnya isu PKI, untuk jadi tameng bagi para kapitalis global dan VOC-VOC gaya baru untuk ekspansi ke Indonesia. Dan melestarikan militerisme di Indonesia

Padahal PKI selain memang sudah dibubarkan Pak Harto sejak 1966, ideologi komunis itu sendri sebenarnya tidak pernah mengakar di Indonesia. Dan para pejabat sipil-militer era itu juga sebenarnya tahu itu. Namun mereka secara sadar tebar isu bahaya laten PKI, karena dipakai untuk melayani skema asing dan para kompradornya di sini: Melumpuhkan skema Nasionalisme Kerakyatan yang sesungguhnya akar ideologisnya justru sama sekali tidak ada hubungannya dengan Komunis apalagi PKI.

Lantas, kenapa sekarang kita merasa perlu membela FPI? Yang membela FPI atas dasar kesamaan paham politiiknya FPI tentu saja ada, terutama ya kader-kadernya FPI. Tapi kenapa umat Islam lainnya, yang sebenarnya berpaham mahzab lain juga mendukung dan bersimpati? Karena merasakan adanya gejala atau tren yang sama seperti dulu.

Kalau dulu apa-apa di-PKI kan padahal sesungguhnya mau melumpuhkan skema dan kekuatan-kekuatan pendukung nasionalisme kerakyatan.

Jadi umat Islam yang waktu itu sebenarnya merupakan elemen strategis dan basis kekuatan gerakan nasionalisme kerakyatan, disibukkan untuk mengganyang PKI hingga akhir masa pemerintahan Pak Harto, padahal PKI-nya sudah modar 30 tahun sebelumnya.

Kenapa sekarang sepertinya ada gerakan mengganyang FPI? Karena skema yang sedang dikondsikan, yaitu mencegah bersatunya gelombang besar Nasionalisme dan Islam, menjelma menjadi menjadi skema nasionaslime kerakyatan yang dijiwai Pancasila dan UUD 1945 asli. Artinya, adanya skema yang sama dengan ketika pada 1965 apa-apa di-PKI-kan.

Maka distigmalah bahwa Habib Ritziek itu personifikasi Islam secara keseluruhan, jadi kalau mendukung itu, berarti pro Islam radikal. Nah, sebagai antagosnisnya, muncullah kelompok pro kebhinekaan. Padahal, kedua kelompok ini sudah masuk skenario Proxy War.

Seolah-olah, ada benturan antara Islam radikal versus Kebhinekaan. Padahal sasaran strategis dari mainan ini: Melumpuuhkan skema nasionalisme kerakyatan yang bertumpu pada bersenyawanya gelombang nasionalisme dan Islam. Dua modalitas sosial bangsa Indonesia yang paling berharga sejak dulu sampai sekarang.

Sumber dari FB Hendrajit

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.