Home Kolom MAAF, NEGARA INI SUDAH PENUH BADUT

MAAF, NEGARA INI SUDAH PENUH BADUT

Rasa Politik Indonesia 2017

0
Aendra MEDITA

AENDRA MEDITA *)

 

Masa lalu dan yang akan datang tampaknya memang yang terbaik, sedangkan yang terjadi pada saat ini adalah yang terburuk.

                                                             -William Shakespeare

Saat ini kita tahu betapa sedap tapi -kurang gurih-situasi politik tanah air. Sedap -kurang gurih- karena banyaknya kasus kecil digoreng dengan olahan yang kurang paham juru masaknya.

Pada masa kini juga masyarakat seperti sedang disuguhi sebuah drama akrobat, saling lapor dan melaporkan. Saling tuduh dan beragumentasi penuh retorika dan asah intelektual yang tak semestinya bahkan tidak aktual hanya karena kasus usang untuk digarap dan dijerusmuskan.

Ini Indonnsia, negeri kita yang sangat damai, kenapa jadi begini?

Banyak opini yang menjadikan semua seolah benar dan menjadikan absolut itu sebuah tindakan yang paling hebat.

Kasus Hoax menjalar dan sistematis bahkan masif menyentuh isu besar, tak tahu darimana asalnya, semata-mata itu adalah sebuah fatamorgana yang jika di telah lenyap seketika karena mungkin ada didalamnya.

Banyak pembenaran yang disangkal, dan yang salah seolah benar, kini semakin tak tentu arah kemana sebenarnya tujuan yang hakiki itu. Kita masih mencari cara yang hakiki itu?

Opini publik adalah kekuatan ruang yang diasah agar kita kritis, jika kita tak kritis, tumpul lah kita. Kita membangun dengan kekuatan kritikan yang beradab, beda antara kritik dan cacian. Kritik ada dimensi memberikan masukan yang lebih baik dan celah baru untuk lebih mengarah kebaikan. Cacian adalah hujatan yang mencemooh akibat kesal, dendam atau semacam rasa benci yang akut.

Masyarakat yang kuat adalah membuka kekuatan yang terbuka akan nilai kritis yang beradab. Kita tahu bangsa ini sejak dulu sangat menghargai tatanan martabat dan nilai luhur yang mulia. Kita juga bukan bangsa yang primitif atau bahkan tertinggal jauh dari peradaban.

Kita adalah bangsa yang ingin selalu maju dan tanpa ada rasa kemunduran. Kita adalah bangsa yang ingin selalu respon akan dunia yang penuh dengan tantangan dan kemajuan yang besar.

Bahkan kita adalah bangsa yang jelas dan mengangkat kekuatan keberadaban jangan sampai kalimat Shakespeare yang saya kutip diatas menjadi disini. Masa lalu dan yang akan datang tampaknya memang yang terbaik, sedangkan yang terjadi pada saat ini adalah yang terburuk.  

Dan haruslah kita membuka mata sebab kita tahu Rasa Politik Indonesia 2017 memang panas apalagi pilkada dan menuju pilres 2019 semakin kentara, bukankah maaf, saat ini negara ini sudah penuh badut dan yang berkongsi akan kepentingannya saja? Saya tak tahu kenapa ini terjadi?

*) Adalah Dewan Redaksi Porosnews.com dan anggota analis Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (@PKKPI)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.