Home Kolom Pigai yang Tak Terbeli

Pigai yang Tak Terbeli

0

OLEH AENDRA MEDITA *)

Awalnya saya tak berani nulis, sebab ini hanya sebuah rahasia sebenarnya. Namun rahasia itu kini muncul ke permukaan. Tak disangka, sejak tahu Namanya Natalius Pigai (NP) saya sebenarnya takjub akan sikap dan idealisme. NP adalah sebuah fenomena bagi saya. Dalam sejumlah group WAG nama NP ada dan saya sering melihat dia berkomentar yang cerdas dan pedas. NP adalah sebuah potret saat ini ditengah buramnya sikap idealisme umum saat ini.

Sebelum tulisan “Pigai yang Tak Terbeli” ini dibahas lebih jauh, ada baiknya kita tahu pengertian Idealisme. Baiklah saya menemukan di laman academicindonesia.com ditemukan bahwa kita sangat-sangat akrab mendengar kata idealisme ini.

Sejumlah gambaran umum menyatakan bahwa yang dimaksud idealisme cenderung ke orang yang suka bekerja sendiri, tidak bisa diajak kerjasama, selalu melawan arus, keras kepala, kasar bicaranya dan semaunya sendiri.

Sikap idealisme di atas biasanya melekat pada diri mahasiswa yang sehari-hari akrab dengan ilmu pengetahuan. Nah, bila ada mahasiswa yang sudah “dicap” sebagai mahasiswa idealisme, perlu dikoreksi karena julukan idealisme di ranah perguruan tinggi memang cenderung negatif.

Tapi benarkah idealisme itu negatif? Inilah pencerahannya. Pengertian Idealisme asal kata idealisme. Idealisme berasal dari kata ide yang bermaksud dunia berada di dalam jiwa (sebuah ide). So, idealisme adalah faham yang lebih mengutamakan idea tau gagasan di dalam pikirannya.

Lawan dari idealisme adalah realistis. Bila idealisme lebih mengutamakan alam pikiran termasuk ide dan gagasan, maka faham realistis lebih mengutamakan apa yang tampak di lapangan. Konkritnya, idealisme mempunyai cara pandang tersendiri terhadap dunia sedangkan realistis lebih pada mengikuti pandangan hidup yang sudah berlangsung.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), Idealisme adalah aliran ilmu filsafat yang menganggap pikiran atau cita-cita sebagai satu-satunya hal benar yang dapat dicamkan dan dipahami.

Pengertian idealisme kedua versi KBBI menjelaskan bahwa idealisme adalah hidup atau berusaha hidup menurut cita-cita, menurut patokan yang dianggap sempurna.

Idealis adalah sebuah prinsip, pegangan hidup, keyakinan yang dianggap benar ketika memandang sebuah persoalan hidup di dunia. Prinsip pegangan yang diyakininya tersebut berasal dari pengalaman yang pahit, pendidikan, kultur budaya dan segala lingkup yang mengitari hidupnya.

Dari pengertian di atas, maka sebuah paham idealisme bukanlah paham yang muncul secara mendadak saya yakin terhadap ini ataupun itu. Idealisme muncul dengan tahap dan proses yang panjang melalui pengalaman dan lingkup kebudayaan yang mengitarinya.

Semakin seseorang mempunyai banyak pengalaman, maka semakin tinggi pula idealiseme yang ada di dalam dirinya.

Tanpa maksud mengurui soal idelaisme itu maka kita kembali ke NP yang jadi bahasan kita. Apakah NP punya Idealisme yang kokoh atas sikapnya seperti pengertian diatas?

Saya melihat NP tidak pernah pesimis. NP orang yang optimis dan kritis atas kebijakan yang tak menguntungkan rakyat. NP memiliki sikap idealisme yang mantap. Dia bagai serigala yang berani jalan sendiri meski harus berada di hutan belantara. Dia tidak terlibat apa-apa saat kantor KomNas HAM dilanda korupsi alat tulis yang sudah ada keputusan data laporan investigasi  BPK. NP tidak terlibat malah yang lain yang masuk daftar, soal Mobil dinas dan rumah sewa dinas, dan yang menohok adalah soal kecil ATK yang di mark up. NP Clear, dan itu saya suka.

Cara pandang dan pikir NP adalah sebuah relaitas di zaman now yang sudah banyak terkontaminasi akan posisi dan lupa kalau sudah duduk empuk –Tanpa harus menyebut maksudnya siapa– karena NP adalah sebuah sikap dan dia adAlah keNYATAAN SAAT INI.

NP adalah sebuah sikap yang mengarah akan adanya perubahan yang sebenarnya, meski perjalanan ini masih panjang. NP adalah sejarah kecil yang akan besar dalam pengaruh saat ini yang bisa dijadikan cermin.

NP berani berdiri sendiri, meskipun ada banyak gejolak yang menimpanya tapi dia tak goyah. Semoga idealisme yang NP miliki adalah bukan menganggap diri paling benar, dan menganggap apa yang dilakukan orang lain rendah. Dan kenyataannya NP jauh dari itu, dia berjuang terus dan kritis terus.

NP adalah sebuah kenyataan dia kuat bersikap dan tajam mengungkap analisanya dengan data. NP adalah yang selalu siap pasang badan meski Diteror sejumlah orang tak dikenal karena tulisan dan pernyataan yang keras atas sikap dan opininya soal Nawacita yang dinilai utopis. Dimana ia ungkapkan sikapnya dengan pernyataan sbb:

Barusan ini saya dapat ancaman dari nama inisialnya (Y) (Mungkin Seknas Jokowi yang mengancam Windi Wlingtonia, Anchor TVOne):

Ini kata2 (Y) :
“Kau sudah tamat bung…,,”
Kata saya. “memangnya negeri ini kau punya. Sombong kali kau. Jangan terlalu Sombong dan arogan mengancam orang. Hari ini juga Windi Welingtonia kau ancam. Memangnya negeri ini milik kau. Ini mutiara yg kau ancam…catat baik2 saya akan menjadi pemimpin di negeri ini”.
Kemudian ( Y) sampaikan kepada saya: “Kau marah karena ngga jadi menteri… sakit kau. Ngaca ya…”. “Kau ke pasar beli kaca”.

Saya tidak paham maksudnya.

NB: WA (Y) merespons tulisan/opini saya berjudul ” NAWACITA JOKOWI: CITA-CITA UTOPIA

Saya harus umumkan karena ini bentuk ancaman dari yg namanya (Y) dari Seknas Jokowi terhadap saya. Biar rakyat Indonesia tahu perilaku Jokowier dan Ahoker. Mereka tidak bisa respon dengan tulisan atau opini tetapi ancam, mengancam. Kalau begini kasihan negeri ini. Tidak akan bisa maju. – tulisan NP ini viral hampir disemua WAG dan medsos.

Natalius Pigai saat aksi 11 Desember 2017/ist

Menarik kalimat bahwa: Kalau begini kasihan negeri ini tidak akan bisa maju. NP memberikan isyarat yang tajam. Dan kembali ke soal pengantar awal tulisan saya bahwa tadinya saya tak berani menulis soal NP, tapi pekan ini (Rabu,13 Desember 2017) kembali saya di kagetkan pada kisah NP yang baru. Ya soal viralnya text WA yang mengejutkan. Tawaran posisi yang gila dan jabatan yang sangat nyaman. Tapi apa kata NP, ditolaknya. Inilah sikapnya Text WA itu dari  

Pagi2 saya dapat Text WA dari Prof Dr Hafid Abbas, Mantan Ketua Komnas HAM, teman sejawat 2012-2017. Dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Kapolri, ada pembicaraan tentang saya yg selalu membela rakyat. Terpaksa saya harus buka demi pembelajaran bagi anak2 bangsa bahwa jabatan dan kekuasaan bukan segala2nya. Hidup ini akan berguna jika kita berada dipihak orang2 yg miskin dan teraniaya. (Natalius Pigai)

Image may contain: text
Image may contain: text
Jawaban NP cerdas. Dia tidak tergiur jabatan. Dia memiliki dua penggabungan hidup dalam jiwanya yaitu antara idealisme dan realisme itu tergambarkan kuat.
NP sebuah ikon baru yang patut mendapatkan tempat dan dukungan kuat khalayak. NP tak bisa dibeli. NP tak goyah dirayu. NP sebuah fenomena dan inilah matahari dari timur yang kokoh dalam jiwa-jiwa saat ini yang banyak orang limbung dan lupa akan rakyat yang suka dijual, ketika sudah berkedudukan lebih lupa lagi dan semakin akut.
NP salutku kembali bangkit lagi dan Anda layak mendapatkan label, Pigai yang tak ada bisa membelimu selain idelaisme yang hakiki. Tabik!
*)manusia biasa pengagum orang-orang idealis

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.