Home BUDAYA Protes Sang Doktor Seni dalam Puisi Baliho “Bendera 1/2 Tiang” yang Menohok...

Protes Sang Doktor Seni dalam Puisi Baliho “Bendera 1/2 Tiang” yang Menohok di ISBI Bandung

0
Baliho Puisi Sang Doktor Seni/ist

POROSNEWS.COM – Sebuah Baliho besar berisi puisi perlawanan mengejutkan. Isinya sangat tajam dan menohok. Puisi Baliho itu bertengger di sebuah gedung di kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung pada 4 Maret 2019.

Puisi dalam baliho yang berukuran kurang lebih 4×6 meter itu berjudul Bendera 1/2 Tiang yang isinya sebagai berikut:

BENDERA 1/2 TIANG

Aku adalah seni yang dikebiri / Dikerdilkan di Almamater sendiri / Aku Digergaji tangam kekuasaan yang sewenang-wenang / Di Kampus Seni Buah batu Bendera 1/2 Tiang Dikibarkan / Aku Tabuh Genderang Perang / Tanganku Tegak terkepal. 

4 Maret 2019, Rachman Sabur

Terungkapnya Puisi Baliho ini memang dibuat seorang Staff Pengajar ISBI dimana keberadaan dan keprihatin dirinya di ISBI Bandung selama ini. Sontak ini juga menghebohkan sejumah civitas kampus seni yang yang berada di kawasan Buah Batu ini, hingga sampai beredar dan viral pada hari ini (4/3/19).

Pasalnya yang jadi pokok masalah saat ditelusiri Redaksi bahwa Rachman Sabur mengaku sebagai dosen dan almamater ISBI Bandung sejak lulus S3 (Doktoral) tahun 2017 sampai sekarang tahun 2019 saya tidak pernah diberi ruang untuk mengajar/membimbing  penciptaan seni di ISBI Bandung. “Di IKJ di Solo saya malah dihargai,” ujar Rachman Sabur saat di hubungi Redaksi POROSNEWS.COM melalui telepon selulernya Senin. (4/3/19) petang.

Rachman juga mengatakan bahwa di Pascasarjana ISBI Bandung semua pengajarnya orang-orang kajian (peneliti). Saya merasa prihatin. Mahasiswa pasca yang ambil ujian akhir penciptaan seni dibimbing dan diuji oleh doktor-doktor kajian yang superior itu. “Ini harus dihentikan. Harus saya lawan! Dan saya sudah berupaya dialog namun belum ada juga jawaban sudah seminggu makanya saya buat Puisi Baliho itu,” ungkap Sutradara Teater Kelompok Payung Hitam (KPH) ini yang sudah malang melintang di dunia teater.

Dr Rachman Sabur /ist

Dengan nada keras juga Rachman menambahkan bahwa dirinya merasa terhina. Sudah 2 tahun menyandang gelar Doktor penciptaan seni. Lulusan terbaik tapi tidak dilibatkan mengajar di Pasca.

“Secara karir akademis saya dirugikan. Karir akademis saya diganjal. Apa maksudnya? Andai saja ada seorang dosen pasca ISBI yang sama-sama lulusan S3 penciptaan seni saya mungkin tidak harus mengambil sikap seperti ini. Saya juga malu ketika ditanya sama mahasiswa pasca ISBI yang mengambil penciptaan seni. Juga di pasca IKJ di pasca ISI Surakarta. Saya malu. Saya harus menjelaskan apa? ISBI ini rumah saya sendiri,” bebernya.

Di tempat terpisah redaksi Porosnews.com juga sempat meminta keterangan dari sejumlah narasumber dari ISBI namun banyak yang enggan berkomentar. Alasannya ini persoalan internal.

Sampai berita ini di turunkan Redaksi belum dapat mendapat keterangan resmi dari pihak ISBI Bandung. |PRS/TANG

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.