Home Kolom PRABOWO DAN TEROMPET PALSU PERANG IDEOLOGI

PRABOWO DAN TEROMPET PALSU PERANG IDEOLOGI

0
Radhar Tribaskoro

PRABOWO DAN TEROMPET PALSU PERANG IDEOLOGI
Oleh: Radhar Tribaskoro

Kubu sebelah terus saja mendengung-dengungkan perang ideologi. Kata mereka perang itu terjadi antara mereka yang mendukung Pancasila dan yang menentangnya.

Para penentang Pancasila adalah kaum radikal. Kubu petahana menunjuk HTI sebagai biang keladinya. Anehnya, HTI tidak dilarang cuma dicabut surat izin perkumpulannya saja. Demikian juga tidak ada satu orangpun yang ditangkap dan dibui karena itu. Tentu bukan karena pemerintah berbelas kasih. Mereka dengan senang hati akan membui ribuan orang HTI bila ada alasan yang memungkinkan.

Masalahnya HTI tidak melanggar hukum apapun. Di alam demokrasi siapapun punya hak berbicara. Orang boleh tidak setuju kepada seorang pejabat, pemerintah bahkan negara. Orang hanya boleh ditangkap kalau ia tidak sekadar bicara tetapi juga melakukan kekerasan.

Tanpa ada kekerasan tidak ada perang. Lantas apa yang berada di belakang slogan perang ideologi?

Perang ideologi dan radikalisme, menurut saya, hanya topeng untuk menyembunyikan problem sesungguhnya yaitu melebarnya jurang ketimpangan dan meluasnya kemiskinan di Indonesia.

Prabowo mengatakan bahwa negara kita ini lemah dan sakit. Dengan menggunakan segala macam ukuran-ukuran yang dihasilkan oleh badan pemerintah atau badan internasional, Indonesia jauh tertinggal dibanding dibanding negara-negara lain. Di kawasan Asean saja Indonesia sering berada di urutan bawah, hanya sedikit lebih baik dari Myanmar dan Kamboja.

Semua itu terjadi karena elit politik tidak bekerja untuk kepentingan rakyat. Mereka sibuk mengisi pundi-pundi untuk kantungnya sendiri. Sementara rakyat dibiarkan miskin dan menderita.

Maka tidak heran bila negara Indonesia yang sangat kaya dengan sumberdaya alam ini gagal menyejahterakan rakyatnya. Setelah berpuluh tahun membangun, hanya segelintir elit menjadi sangat kaya. Celakanya, sekarang mereka mempergunakan kekayaannya itu untuk membeli kekuasaan.

Prabowo mengatakan bahwa Indonesia harus dilahirkan kembali: RENAISANS! Struktur yang membuat negara mengabaikan keadilan dan kesejahteraan rakyat harus ditata ulang.

Dan perang ideologi itu tidak ada. Ideologi Pancasila kita tidak berubah dan akan semakin kuat. Komitmen itu tidak pernah berubah di kalangan rakyat kita. Yang kita harus benahi sekarang adalah memperkuat sila kelima Pancasila yang lama diabaikan: keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.