Home Jakarta Denny JA Cs Harus Jaga Hormon Serotonin Jokowi

Denny JA Cs Harus Jaga Hormon Serotonin Jokowi

0
Asyari Usman wartawan senior, mantan wartawan BBC / Foto linkedin.com

By Asyari Usman

Setidaknya, ada delapan lembaga survai yang selama ini menunjukkan keberpihakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka adalah LSI Denny JA, Cyrus Network, Populi Centre, SMRC, Indikator Politik, PoiticaWave, Litbang Kompas, CSIS, dll. Mereka selalu menempatkan Jokowi pada angka di atas 54% untuk elektabilitas pilpres saat ini. Sebaliknya, elektabilitas Prabowo selalu mereka patok pada angka di bawah 35%.

Tak masuk akal? Memang tidak. Semua orang mengatakan begitu.

Nah, apa kira-kira tugas utama semua lembaga survai itu? Mengapa mereka serentak melakukan tindakan yang melawan logika dan fakta?

Penelusuran yang saya lakukan menunjukkan kesemua lembaga survai tersebut menjalankan fungsi yang teramat penting. Dan berat. Yaitu, menjaga agar Pak Jokowi selalu dalam ‘mood’ senang dan bahagia. Terutama di musim kapanye ini. Musim yang pasti membuat Jokowi gelisah, cemas, bercampur ciut.

Para pimpinan survai sadar betul bahwa fakta-fakta kampanye di lapangan membuktikan Prabowo-Sandi tak terbendung masuk ke Istana. Semua orang percaya, hanya kecurangan yang bisa menghalangi Prabowo.

Sambutan rakyat yang selalu gegap-gempita untuk Prabowo dan Sandi, ke mana pun mereka pergi, pasti menimbulkan stress berat bagi Jokowi. Stress inilah yang harus dicegah oleh lembaga-lembaga survai pro-Jokowi. Mereka harus ‘merawat’ batin Jokowi agar tetap dalam keadaan ceria.

Agar senantiasa senang dan bahagia di segala cuaca, kedelapan lembaga survai ini memahami betul bahwa hormon yang disebut “serotonin” harus selalu tinggi di tubuh Jokowi. Sangat berbahaya kalau hormon ini drop.

Kenapa hormon serotonin?

Karena per definisi, serotonin berfungsi untuk membangkitkan rasa senang dan bahagia seseorang. Kalangan kesehatan menyebutnya semacam zat perangsang yang menumbuhkan rasa “don’t worry, be happy”. Yakni, perasaan “tak gelisah, selalu senang”.

Konon, ada empat cara untuk menjaga produksi serotonin di dalam tubuh. Pertama, olahraga. Kedua, banyak minum dan mengkonsumsi makanan probiotik. Juga makanan yang menyediakan gizi otak. Ketiga, mengkonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi seperti kentang, roti, pastri, jagung brondong, pretzel (semacam roti kering), dlsb. Keempat, bisa dibantu dengan vitamin B6 dan B12.

Pertanyaannya, bagaimana mungkin lembaga-lembaga survai bisa menjaga hormon serotonin Pak Jokowi?

Fakta kampanye pilpres yang sejak awal didominasi oleh Prabowo-Sandi, berpotensi memicu serangan panik (panic attack) di dalam diri Pak Jokowi. Denny JA (DJA) dan para direktur lembaga-lembaga survai lain tahu persis bagaimana cara menenangkan Jokowi. Mudah sekali. Yaitu, meninggikan hasil survai elektabilitas petahana.

Elektabilitas tinggi itulah yang menjadi ‘cara kelima’ menenangkan Jokowi, disamping empat ‘cara resmi’ untuk meningkatkan hormon serotonin. Dengan ‘cara kelima’ ini Jokowi selalu merasa bahagia. Itulah sebabnya Denny JA Cs harus menempatkan elektabilitas Jokowi pada angka 55% ke atas.

Elektabilitas tinggi ini bisa menstabilkan produksi hormon serotonin di tubuh Jokowi. Ini yang masih bisa membuat beliau tertawa lebar. Merasa bahagia. Meskipun dia dikepung oleh gemuruh penyambutan Prabowo-Sandi.

Artinya, hanya dengan elektabilitas tinggi itulah pikiran Pak Jokowi bisa ditenangkan. Dia bisa dibuat senang. Bisa melupakan ekspansi masif Prabowo-Sandi.

Dengan begitu, sangat pas kalau dikatakan bahwa lembaga-lembaga survai pro-Jo mirip seperti tim dokter kepresidenan yang setiap hari menjaga kesehatan presiden. Bahkan, “tim serotonin” yang dipimpin oleh DJA itu boleh jadi lebih penting dibandingkan tim dokter kepresidenan. Karena merekalah yang bisa senantiasa menyemangati Jokowi untuk urusan pilpres sekarang ini.

Bayangkan saja sekiranya hormon serotonin Jokowi rendah. Bisa gawat. Bisa lemas. Atau bisa pingsan juga, barangkali.

Jadi, salah satu pelajaran manarik yang layak kita diskusikan ialah bahwa elektabilitas tinggi, meskipun palsu, bisa menjadi salah satu cara meningkatkan hormon serotonin.

(Penulis adalah wartawan senior)

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.