Home Bencana Denny JA dan Erick Tohir Tak Usah Repot Bikin Klarifikasi Pembelaan untuk...

Denny JA dan Erick Tohir Tak Usah Repot Bikin Klarifikasi Pembelaan untuk Rommy

0
Hendrajit-Direktur-Eksekutif-Global-Future-Institute.j

OLEH HENDRAJIT

Meski gradasi elektabilitas Jokowi menurun namun penangkapan Rommy bukan hal yang terkait langsung. Sehingga Denny JA dan Erick Tohir nggak usah repot repot bikin klarifikasi atau pembelaan.

Karena memang ini kasus terpisah. Ijinkan saya pakai analogi dan metafora berupa server web dan company server.

Saya justru lebih melihat kasus ini menggambarkan banyaknya server yang berebut mengelola domain dan hosting domain web yang namanya Jokowi.

Begitu banyaknya server yang merasa berwenang mengelola domain web nya Jokowi sampai sampai situsnya malah loading melulu. Alias nggak connected.

Para server domain situsnya presiden petahana ini celakanya nggak murni bisnis sehingga jadinya nggak profesional. Melainkan politik berkedok bisnis.

Di antara perang antar server berebut mengelola situs webnya Jokowi, salah satu perusahaan server itu mempekerjakan Rommy sebagai staf marketing company server itu. Dan terbukti sebagai marketing Rommy piawai banget. Pinter menawarkan produk. Punya jaringan dan relasi luas. Dan punya organisasi meskipun nafasnya lagi senin kamis.

Menariknya. Aset Rommy jadinya bukan pada dirinya sebagai marketing company server. Melainkan pada dirinya dan relasinya itulah yang diperhitungkan ring satu istana. Kebetulan relasi dan jaringan luas Rommy ini bukan semata komunitas bisnis melainkan komunitas politik.

Jadi merapatnnya Rommy ke Jokowi yang semula karena server company yang dia jadi marketing digunakan Jokowi. Ternyata komunitas nya cak Rommy ini memanfaatkan kedekatan staf marketingnya ini untuk agenda yang lebih strategis ketimbang urusan bisnis semata.

Nah server server lain yang entah bersaing dengan company servernya Rommy ini murni saingan bisnis atau mereka juga server yang juga komunitas politik, rupanya tinggal diam.

Ketika masukan disampaikan ke ring satu istana dan setelah itu diolah. Maka disimpulkan bahwa Rommy dan komunitasnya lebih mengutamakan agenda komunitas politiknya daripada agenda bisnisnya.

Jadi komunitas politik nya Rommy ini mau membangun sistemnya sendiri di istana dengan memanfaatkan kedekatan staf marketing yang bernama Rommy dengan Jokowi.

Entah gimana kebongkarlah agenda terselubung Rommy dan komunitasnya. Maka harus di cut off rencana strategis komunitasnya.

Caranya gimana? Di sini kembali ke tulisan saya sebelumnya. Dalam sebuah operasi apalagi operasi intelijen. Ada tiga komponen yang mutlak harus senyawa. Manajemen. Metode. Dan Manpower atau aktor.

Maka untuk short cut melumpuhkan rencana aksi komunitasnya Cak Rommy ini. Lumpuhkan saja dulu manajer marketingnya server company yang sebenarnya cuma kedok buat operasi politik komunitasnya Rommy.

Begitu Rommy sebagai manpower matarantai jaringan ini dicokok melalui OTT KPK dengan tema korupsi. Maka rencana dan manajemen operasi komunitasnya Cak Rommy ini mengalami shut down.

Dalan operasi intelijen meski shut down bisa di restart, tapi dalam perang sudah kalah. Rencana kebuka. Kedok kebongkar.

Yang menarik itu dengan demikian, perang intelijen di ring satu Jokowi bukan sekadar isapan jempol atau kabar burung.

Berarti ada komunitas lain yang lebih terencana dan terorganisir dibanding komunitasnya Rommy.***

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.