Home Jakarta NASRUDIN JOHA MENANTANG JOKOWI, AYO PAK LAWAN !

NASRUDIN JOHA MENANTANG JOKOWI, AYO PAK LAWAN !

0
Gedung KPK Jalan HR Rasuna Said (Kuningan) Jakarta Selatan / Foto Rhenoz

Oleh : Nasrudin Joha

Selama ini, Nasrudin Joha konsisten mengkritisi kebijakan Jokowi. Dari soal difestasi freeport, kriminalisasi ulama, kriminalisasi simbol dan ajaran Islam, isu kesehatan, pendidikan, pengelolaan SDA, tarif dasar listrik, isu BBM, isu neraca tekor, Import, barisan Jokowi yang kena OTT KPK, menteri Jokowi yang nyeleneh, dan masih banyak lagi.

Terus terang, ketika Jokowi mengunggah aksara ‘lawan’ dengan nada tinggi dari kota gudeg jogja, kota yang ramah, kota yang santun, Nasrudin Joha merasa baper. Seolah, perlawanan itu selain berlaku bagi segenap rakyat yang memiliki aspirasi berbeda, juga ditujukan pada Nasrudin Joha.

Baiklah Pak Jokowi, agar kita sama-sama ‘lanang’ baiklah, saya sambut perlawanan Anda. Karena selama ini Nasrudin Joha hanya menulis, hanya melakukan kritikan dengan data dan narasi perubahan melalui tulisan, maka saya persilahkan pak Jokowi melawan tulisan dengan tulisan.

Pasti, Pak Jokowi akan menerima tantangan saya, ketimbang marah-marah tidak jelas siapa yang dilawan, lebih baik Pak Jokowi menulis untuk melawan tulisan kritis Nasrudin Joha. Saya yakin, wajah Pak Jokowi yang tidak punya potongan diktator, akan merespons tulisan ini dengan tulisan, bukan dengan pembungkaman apalagi penangkapan.

Melawan Nasrudin Joha, tidak perlu berteriak berapi-api, tidak perlu menggelorakan agitasi pengkotakan ditengah elemen anak bangsa, cukup menulis Pak Jokowi. Tulis saja, redaksi bantahan atas kritik Nasrudin Joha sekaligus tuliskan prestasi apa yang mampu ditorehkan rezim Pak Jokowi. Selanjutnya, biar rakyat yang menilai Pak.

Saya kira, diskusi intelektual lebih bermartabat ketimbang mengumbar kemarahan dihadapan publik yang tak jelas ditujukan kepada siapa. Bahwa rakyat mayoritas sudah tidak menghendaki Anda, itu fakta Pak. Survei Litbang kompas, telah mengkonfirmasi fenomena ini. Tapi merespons ‘kehendak rakyat yang berbeda’ dengan ujaran kemarahan dan menyerukan perlawanan secara umum, itu tidak bijak. Bagi yang tak faham, yang awam, para pengikut di garis bawah, seruan itu bisa dipahami sebagai seruan perpecahan. Melawan rakyat sendiri yang memiliki aspirasi berbeda.

Ayolah Pak Jokowi, kemampuan menulis Nasrudin Joha sehari mungkin hanya mampu memproduksi 4 sampai 6 artikel. Anda bisa kerahkan staf kepresidenan, untuk memproduksi artikel tandingan, yang diatas namakan Pak Jokowi. Lawan argumen dengan argumen, lawan tulisan dengan tulisan, itu baru lanang Pak. Anggap saja, ini artikel kritik saya yang pertama, Monggo dilawan Pak Jokowi.

Janganlah, rakyat kita disuguhi parodi kemarahan dan ketidaksanggupan mengendalikan amarah dan memperturutkan hawa nafsu. Jangan Pak, kasihan rakyat.

Ditengah situasi panas ini, rakyat butuh perlindungan, pengayoman, saling ‘ngedem-ngedemi’ bukan malah ngompori. Pidato bapak di jogja itu, jelas memprovokasi. Membuat celah dan jarak antara Anda dengan rakyat. Buktinya, elektabilitas Anda semakin jeblok Pak.

Pak Jokowi, terus terang menulis itu lebih menentramkan. Aspirasi tersampaikan, emosi dapat diredakan. Saya sarankan, selain gemar berorasi dan berpidato, Pak Jokowi juga menulis. Itu akan membuat psikologi bapak adem, tenteram, tidak gundah dan gulana.

Ayolah Pak, lawan tulisan ini. Buktikan, bapak sudah lelah 4,5 tahun diam dan tidak melawan. Karena itu, melawanlah, menulislah Pak Jokowi.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.