Home Uncategorized HARMONISASI DALAM KEBERAGAMAN DI KOTA TANGERANG

HARMONISASI DALAM KEBERAGAMAN DI KOTA TANGERANG

0

POROSNEWS.COM — Tangerang merupakan salah satu kota di provinsi Banten dengan banyak keunikan di dalamnya. Salah satu keunikan yang ada di Tangerang adalah pembauran antar etnis yang berjalan dengan harmonis antara etnis Melayu, Jawa, Sunda, dan Cina. Di Tangerang, komunitas etnis Cina dikenal dengan sebutan Cinta Benteng dan telah mampu berbaur dengan penduduk setempat.

Menurut sejarah, Etnis Cina telah ada di Kota Tangerang pada tahun 1400-an, dan kini hampir seperempat dari keseluruhan penduduk Kota Tangerang didominasi oleh keturunan etnis ini. Keberadaan etnis Tionghoa telah mewarnai kebudayaan setempat. Terlihat dari gaya bicara,  kuliner, tempat ibadah, dan budaya lainnya. Keberagaman etnis yang ada di Kota Tangerang tidak menjadi pemicu disharmonisasi hidup bermasyarakat. Justru hadirnya beragam etnis membawa keunikan dan menjadi daya tarik bagi Kota Tangerang.

Keharmonisan dalam keberagaman antar etnis ini dirangkum dan ingin diperlihatkan  dalam buku yang yang ditulis oleh Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tangerang dan diluncurkan pada 7 April 2019 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jalan Medan Merdeka selatan no 11 Jakarta Pusat.

Dra. Tantry Widiyanarti, M.Si., penulis buku “Sisi Lain Kota Tangerang” dan “Mozaik Kota Tangerang”, mengatakan, “Melalui buku ini, Saya ingin memperlihatkan kepada pembaca bahwa streotip tentang etnis Cina khususnya Cina Benteng (red: sebutan untuk etnis Tionghoa yang tinggal di Tangerang) yang menganggap bahwa etnis Cina itu sebagai etnis yang eksklusif dan sulit berinteraksi dengan penduduk setempat adalah hal yang keliru.

Pada kenyataannya etnis Cina dapat berinteraksi dan bergaul dengan baik dengan masyarakat Tangerang. Di Tangerang akulturasi dan kohesi social terjadi dengan harmonis., sehingga masyarakatnya dapat hidup berdampingan secara harmonis”. Begitu yang dikatakan oleh ibu Tantry W (penulis buku ini ) pada kami ketika kami menanyakan langsung pada beliau tentang motivasi beliau menuliskan buku ini.

Buku ini membawa pembacanya melihat keberagaman di Kota Tangerang. Melalui buku ini diharapkan akan memotivasi masyarakat untuk saling hidup rukun dan berdampingan dengan orang yang berbeda budaya. Untuk mengungkap hal tersebut, penulis menulisnya dalam dua buah buku yaitu:  yang satu berisi tulisan tentang “Sisi lain kota Tangerang” sedangkan satu lagi buku yang berjudul “Mozaik Kota Tangerang” berisi tentang foto-foto pendukung yang mengajak pembaca untuk meresapi dari tulisan di buku awal tadi.

Peluncuran buku ini diisi oleh keynote speaker Dr. Dra. Ulani Yunus, MM, yang berbicara tentang City Branding. Beliau selain dosen tetap Binus University juga praktisi Cultural Communication sekaligus RIG Leader Cross Cultural Communication Binus University. 

Sedangkan diskusi buku diisi oleh beberapa narasumber diantaranya: Dr. Munawar Holil. MA, dosen tetap  FIB UI sekaligus kepala laboratorium Filologi FIB UI.

Sebagai seorang yang ahli dibidang budaya beliau akan membahas buku tersebut dari paradigm budayanya. Kemudian ada  Diana Anggraeni, M.M.M.Ikom dosen tetap FIKOM Universitas Pancasila Jakarta yang akan membahas dalam bidang Marketing Komunikasinya. dan bapak Rully Yose, M.Ikom praktisi Desain Komunikasi Visual sekaligus dosen tetap Ilkom FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Ketiga narasumber ini merupakan orang yang kompeten dibidangnya dan akan membahas buku tersebut dari bidang ilmu yang dimilikinya. |PRS/RED

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.