Home Uncategorized Hasil Quick Count Pilpres 2019 LSI Denny JA, Ada yang berubah di...

Hasil Quick Count Pilpres 2019 LSI Denny JA, Ada yang berubah di Indosiar dan Tribunnews.Com… Kenapa?

1

POROSNEWS.COM –  Menyaksikan cuplikan TV Indosiar yang viral, ada yang aneh (silakan cari saja begitu banyak). Ada banyak sekali dan patut disimak.

Pun juga berita dari Tribunews.com pukul 15.08, berjudul Pilpres 2019Hasil Quick Count Pilpres 2019 LSI Denny JA: Jokowi 44,58% Prabowo 55,44%, Data Masuk 61% … (17/4/2019). Tapi link Berita ini kini lenyap isinya. Linknya masih nyala saat kami telusur di kolom pencarian situs tersebut: www.tribunnews.com/…/2019/…/17/hasilquickcountpilpres2019lsi– dennyja-jokowi-4458-prabowo-5544-data-masuk-61?… Link masih on dan saya isi berita sudah hilang. alias

This page isn’t working

www.tribunnews.com redirected you too many times.

ERR_TOO_MANY_REDIRECTS

Kami semua sudah dapatkan isi awalnya sebagai berikut:

 Kami juga menemukan Link di pencarian Tribunnews.com itu sebagai berikut:

Dua keganjilan ini menarik dibahas. Tapi semua ini demi kebaikan kejujuran dan proses demokrasi yang benar dan jujur. Berita QC yang aturannya diteteap MK harus siang dan diputuskan pukul 15.00 adalah tepat. Namun publik banyak dikecoh. Apa yang terjadi. Temuan jejak digital ini tak bisa dipungkuri. Tercapture bahwa media Tribunnews.com yang masuk Group Kompas ini menghilangkan berita satu kesalahan besar. pertanyaannya kenapa?

Angka 61% data bukan kecil ya untuk sebuah Quick Count (QC) yang mana sumbernya katanya dari raja survei yang pernah dapat MURI tercepat LSI DJA. Sedang ada drama apa ini?

Kebodohan lainnya data digital itu dari Denny JA adalah jumlahnya 100, 02%. Anak kecil SD atau kelas Calistung (Cara nulis dan hitung) juga tahu bahwa 100% adalah angka absolut. Mana ada jumlah Jokowi 44,58% Prabowo 55,44% kan hasilnya 100.2%?. Waduh DJA kenapa ini?

Soal TV Indosiar mungkin rekamannya bisa Anda saksikan banyak sekali beredar. Dan hanya beberpa detik perubahan itu. Pakar Digital Forensik lain bisa bedah ini semua. Saya bukan ahlinya.

Saya baru saja dibilang kawan saya yang kandidat Phd dari IPB yang ahli dalam soal statistik mengatakan bahwa, sebenarnya metode QC bisa dikatakan representatif dan bisa memprediksi hasil dengan “benar” kalau. Kalau..sekali lagi ya saya katakan, kalau metode pengambilan sampelnya betul dan tidak ada “rekayasa” angka2 alias bisa dipertanggungjawabkan.

Nah loh…

“Masalahnya apakah lembaga-lembaga survei itu bisa memastikan “tidak direkayasa” dan pengambilan sampelnya “benar” di era rezim sekarang? jelas kawan saya itu tadi.

Kalau baca teori Spiral of silence..terus terang saya lihat ini sedang dipraktikkan oleh media. Teori spiral keheningan ini pada hakikatnya tergantung pada opini yang dipikirkan dan diharapkan dari seseorang.

Teori ini pun hanya terdapat dua asumsi yaitu opini yang diterima atau opini yang tidak diterima oleh masyarakat. Dan asumsi yang kedua yaitu menyesuaikan diri dengan persepsi yang ada pada suatu opini.

Media mengharapkan bahwa opini yang mereka ciptakan dapat menggiring publik pada satu kesepakatan atas apa yang mereka informasikan…”Kalau terus seperti ini media bisa ditinggalkan masyarakat,” bebernya.

Nah yang lucu, ada lembaga survei yang memberhentikan proses QC di 60% an penghitungannya dengan alasan banyak kendala..whats wrong? “Takut ketauan salah sigana, (kayaknya),”terang dia.

Dia juga menjelaskan zaman 4G and internet everything kok masih pake QC yang buang-buang duit ya? Real Count (RC) juga cepat sekarang kang….”QC kemarin cuma dari 2000 TPS kok, jelasnya.

Waduh…saya pun mengerutkan kening. Dia kawan baik sejak SMA jadi saya selain percaya Allah saya juga percaya dia dalam ilmu yang dimilikinya.

Nah yang terakhir sampai kini, Prabowo mengkalim menang RC 62% dan sudah bikin penyampaian pemenangan. Lantas Jokowi sampai ini diturunkan masih saya tunggu belum juga ada pernyataan kemenangan versi QC. Apa nunggu KPU?

Tak tahu saya. ***

AENDRA MEDITA, wartawan senior

Komentar Anda

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.