Home DUNIA Soal Video Pilpres Kecurangan, Ini Kata Pakar Semiotika ITB

Soal Video Pilpres Kecurangan, Ini Kata Pakar Semiotika ITB

0
Acep Iwan Saidi

POROSNEWS.COM -Pesta sudah usai. Artinya Pilpres 2019, yang  dilaksanakan pada 17 April sudah berlalu. Tapi pengumuman siapa yang menang belum ada, karena kepastiannya akan ditentukan 22 Mei 2019 oleh Komisi Pmeilihan Umum (KPU).

Kini ramai soal curang dan hitungan yang menjadi polemik antara Quick Count dan Real Count. termasuk soal kecurangan video yang banyak beredar di Media social.

Simak apa kata Pakar Semiotika dan Gesture dari ITB Dr. Acep Iwan Saidi (AIS).

Sebenarnya AIS menulis dalam bahasa Sunda, Redaksi Porosnews.com berhasil meminta izin dan kami sajikan dalam dua bahasa yaitu tulisan asli bahasa Sunda dan bahasa Indonesia. Selamat menyimak:

Versi asli dalam bahasa Sunda:

Aya dua hal anu tiasa dilakukan KPU dan TKN ngeunaan video eta:

  1. Buktikeun yen data dina video eta hoaks
  2. Khusus TKN, bikin video tandingan yg bisa menunjukkan yen kecurangan dilakukeun oge ku 02.

Upami hal eta henteu mampu dilakukeun, maka:

  1. Suka tidak suka 01 kedah legowo, mengaku curang, dan 02 menang.
  2. Upami henteu kitu, pemilu tiasa dinyatakan gagal dan terpaksa hrs banyak yg dipenjara.

Dalam terjemahannya bahasa Indonesia sebagai berikut:

Ada 2 hal yang bisa dilakukan oleh KPU dan TKN tentang video kecurangan:
1) Buktikan bahwa data di video tsb hoaks
2) Khusus TKN: buat video tandingan yang bisa menunjukkan bahwa kecurangan dilakukan juga oleh 02.Kalau tak mampu melakukan hal itu maka:
1) Suka tidak suka 01 harus legowo mengaku curang dan 02 menang
2) Kalau tidak demikian, pemilu bisa dinyatakan gagal dan terpaksa harus banyak yang dipenjara.

POROSNEWS/RED/ATA

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.