Home HAM BW CS Menggugah Kesadaran Bersama dan Bukan Sekadar Akal Pikiran, Tapi Juga...

BW CS Menggugah Kesadaran Bersama dan Bukan Sekadar Akal Pikiran, Tapi Juga Akal Budi

0
BW CS Menggugah Kesadaran Bersama dan Bukan Sekadar Akal Pikiran, Tapi Juga Akal Budi/TVONE

OLEH HENDRAJIT

Ngomong-ngomong soal ahli. Sekarang jadi paham kenapa dalam kosa kata Inggris dibedakan antara thought (pemikiran) dan mind (daya pikir yang dibimbing rasa batin).

Menyimak dinamika sidang sejak 14 Juni lalu, perdebatan antar pengacara dengan saksi ahli atau antar pengacara para pihak, yang kebetulan sama sama ahli hukum. Maka kita tergugah pada kesadaran baru. Bahwa ahli itu punya makna yang lebih luas. Bukan sekadar kecakapan teknis. Tapi juga menguasai jiwa dari ilmu yang digelutinya.

Para pengacara 02 seperti Bambang Widjojanto (BW), Denny, Nasrullah, Luthfi dan Iwan, dari usia muda belia sudah bergelut dengan ilmu hukum dengan penuh gairah. Dan menyatu dengan jiwanya yang berkiprah di aktivis pergerakan.

Sehingga ilmu hukum dan passionnya di dunia pergerakan jadi selaras. Sehingga kalau menyimak penampilannya selama persidangan mewakili 02, bukan sekadar mengejar hasilnya, yang tentu saja memenangkan 02. Namun mereka juga menikmati prosesnya. Menjawab tantangan dan hambatan yang timbul dalam persidangan dengan antusias.

Dalam merespon legal action yang berkembang, bukan sekadar pikiran dan nalarnya yang dihidupkan, tapi juga mind atau pikiran yang dibimbing rasa batin.

Mind atau rasa fikiran yang hidup itulah, mereka mampu melihat apa yang ahli lain tidak lihat. Bahwa saat ini hukum ketinggalan dibandingkan praktek kejahatan. Ketika teknologi khususnya digital, ternyata bisa menjadi subyek hukum.

Dan ketika teknologi dan digital jadi pelaku kejahatan, ternyata hukum sebagai teks di Indonesia gagal menghadapi berbagai kejahatan digital yang dalam kasus yang tim hukum 02 sedang hadapi adalah, terkait hasil pemilu pilpres.

Di sinilah para ahli di berbagai bidang, termasuk para ahli hukum, tidak cukup mengaktifkan thought atau pikiran nalar saja. Tapi juga mind. Pikiran yang dibimbing rasa batin. Rasa fikiran. Bukan sekadar akal pikiran. Tapi juga akal budi.

Saya senang BW Cs telah menggugah kesadaran kita bersama. Bahwa penguasaan ilmu bukan sekadar soal pikiran nalar saja. Tapi juga rasa pikiran. Bukan cuma akal pikiran tapi juga akal budi.

Proficiat untuk BW Cs. Apapun hasilnya nanti, tim hukum 02 telah menjadikan forum MK bukan sekadar mekanisme hukum. Tapi sebagai medan tempur mebghasilkan politik hukum yang baru. Untuk menaklukkan kejahatan baru di era industri yang tak terpikirkan di masa lalu. ***

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.