Home Jakarta Prabowo di MRT

Prabowo di MRT

0

by AENDRA M KARTADIPURA *)

Heboh banget sih. di Lebak Bulus (di stasiun MRT -(13/7/19). Duh…. ternyata ada yang mengatur bertemu Prabowo dan Joko Widodo di MRT, Lebak Bulus. Siapa yang mengatur jadwal itu?

Ada EO alias Event Organizer yang aturlah, tapi ini bukan EO ecek-ecek. Ini EO politik tingkat tinggi, EO yang mengatur dengan sejumlah cara komunikasi ini di packaging biar berubah jadi moment besar. Momen yang dibuat besar agar kisahnya hanya soal bertemu di gerbong dan makan siang.

Benarkah ini akan menyatukan Cebong dan Kampret jadi “kita merah putih, seperti apa kata Prabowo? Sebelum menyatakan setuju atas semua itu, lalu benarkah Prabowo mengecewakan pendukungnya?

Bukan tanpa sengaja pertmuan MRT itu. Tapi jelas sengaja dirancang berjumpa. Tulisan ini sama sekali bukan untuk ikut meramaikan polekmik panjang, cuma ingin saya sampaikan saya bukan orang yang kenal atau dikenal Prabowo Subianto. Saya tahu Prabowo Subianto (PS) itu dari cerita-cerita saja. Sejumlah cerita sampai di kuping saya. Dan saya sebenarnya tidak ingin tahu lebih jauh, meski semestinya harus tahu. Tapi cukup sudahlah. Upss saya juga tak kenal Jokowi cuma tahu bahwa di Presiden dan pernah calon presiden 2019.

***

Malamnya sebelum peristiwa sangat mengejutkan di MRT Lebak Bulus itu, sebenarnya ada yang mengharu-biru yaitu emak-emak yang menyarankan bahwa dari –sebuah video di Kertanegara itu– tak bisa terima kalau harus berjumpa. Lalu kita bisa lihat sebenarnya jika menafsir visual dan pernyataan PS saya seperti melihat misteri dari suara dan raut muka PS. Tapi ya sudahlah.

Pertemuan MRT itu bukan tanpa rencana saya kira. Sudah terstruktur dan rapih, meski sutradara ini belum tahu siapa dia? Rancangan ini cukup baik dan menohok para pendukungnyanya. Ada yang kontrak ada yang masih kuat dengan keyakinan bahwa PS tetap bersikap oposisi.

Tapi masihkah PS ingat soal janji dia di Sahid itu? Ingatkahdia bahwa ada 700 pelaksana pemilu tak jelas sebabnya? Ingatkan soal anak kecil dan korban lainnya di kerusuhan mei 21-22 Mei depan Bawaslu. Ingatkah sejumlah video kecurangan yang masif di dunia medsos namun tanpa bisa di jadikan ala bukti oleh MK? Ahh.. begitulah adanya.

***

Saya sebenaranya sudah mengira sejak santer di medsos agenda pertemuan Prabowo dengan Jokowi di bulan Juli. Meski waktu itu belum ada kepastian belum terkonfirmasi tapi saya sempat dengar semua. Info ini namanya dinamika politik selalu menarik dan penuh intrik.

Istilah M Rizal Fadillah bahwa politik adalah hukum yang serba mungkin. Asal katanya “policy” bermakna “kebijakan” entah bijak sana atau bijak sini. Atau pijak sana pijak sini. Politik bisa bagian dari moral, bisa juga tak bermoral. Demi bangsa atau demi harta dan tahta. Politikus dapat menjadi negarawan atau menjadi tikus. Pencuri makanan dan penebar penyakit. Semua berkeliaran dengan motif masing masing baik pribadi kelompok atau partai.

Pertemuan MRT itu jika silaturahim tentu wajar saja. Tetapi jika pertemuan politik yang sudah ada deal justru malapetaka. Masih kata Rizal posisi Prabowo dilematis di satu sisi mulai ada sandera berupa “goodwill” dilepasnya dari tahanan tokoh dan aktivis pendukung Prabowo Sandi. Tentu tidak ada makan siang gratis. Kalimat terucap “terimakasih Prabowo” adalah berbiaya.

Dan saya juga berpikir makan siang itu juga tak ada yang gratis. Dugaan banyak dari relawan bahwa perundingan merugikan Prabowo dan banyak yang kecewa adalah wajar. Bnetuk ini semakin yakin dalam politik selalu ada korban. Dalam kasus ini kali rakyat. Pasti akan ada yang bertanya, rakyat yang mana? “Ya rakyat yang dukung dan pilih 02 lah…”

Dan semoga semua yang terjadi bukan akal bulus, yang sedang dimainkan. Karena jujur saja saya teringat kecerdikan Scapin dalam naskah drama yang legendaris karya Jean Baptiste Poquelin “Moliere” (1622-1673) : Akal Bulus Scapin.

“Yang Maha Kuasa rupanya sudah memberkati aku dengan kepintaran untuk menciptakan kelok-kelok manis fikiran, segala macam intrik yang halus, yang oleh orang-orang awam yang tidak tahu apa-apa di sebut akal bulus” kata Scapin.

Dengan akal bulusnya, Scapin “mengakali” setiap masalah dengan jenaka. Semua masalah adalah masalah kecil, masalah remeh baginya. Termasuk masalah hukum. Kini semua yang tadinya bersatu menolak kecurangan ternyata ada MRT yang tuannya berdamai dengan di gerbong itu.

*) Wartawan senior

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.