Home Islam Politik: #Nasgor dan #Nasdem

Politik: #Nasgor dan #Nasdem

0

Politik yang seru hari-hari ini adalah Politik #Nasgor (nasigoreng) dan Politik #Nasdem (nasionaldemokrat). Pertemuan #nasgor dan #nasdem ini beda kepentingan namun tujuannya sama untuk kepentingan bangsa, katanya sih begitu.

Saya tak kenal orang empat diatas. Tapi mereka semua dikenal, tentunya. Namun yang ingin disampaikan adlaah bahwa bangsa ini sedang menuju satu cerita baru. Kisah lain sudah berlalu, namun ada kalanya roda bertemu kembali putarannya. Soal Politik Nasor adalah cara saja. Pun demikian soal politik Nasdem yang kuat dengan cari adegan dalam gemmick, memantik usulan awal untuk sebuah calon kedepan. Tak usah dijelaskan dulu Nasdem begitu jugakan pada siapa calon yang dijagokan, baik Jokowi maupun Ahok di Pilgub Jakarta atau Nasdem juga paling dulu mendekati Ridwan Kamil untuk mengajak ia berkoalisi. Dan Ridwan dengan bangga gabung dengan Nasdem karen pertam punya media dan Kejaksaan, begitu bilang, apadahal sebelum untuk jadi Walikota Bandung Ridwan menghiba ke Gerindra. Hmmm.

Politik Nasgor berjumpa, karena dari sumber lingkaran saya ada pertemuan 4 Partai koalisi tak melibatkan PDIP namun Jokowi berjumpa begitu saja. Hah…! kenapa begitu?

Ya akhirnya ada politik #nasgor. Banyak yang bicara akan mengulang janji batu tulis dan lainnya, namun info baru sih politik #nasgor ini akan ada poros baru. Wah apalagi. Katanya Mega menarik PS untuk mau bergabung di Poros baru. Benarkah tim TKN pecah? Tak tahu juga jawabnya.

Paska PS bertemu di Lebak Bulus memang ada banyak hal yang kurang mulus soal keadaan politik di lingkaran Jokowi, entah komunikasi stag atau bergulirnya ajuan untuk kabinet. Kabinet minta-minta ini ajukan sekian menteri dll. Ajuan sah saja, tapi untuk duduk di kabinet ini bukan soal kompromi, tapi hal ini hak prerogatif presiden.

Posisi PKS saat ini tegar dengan bendera #KamiOPOSISI sebenarnya ruang alternatif karena kisah-kisah rontok sejumlah kekecewaan relawan 02 dan PKS sebagai ruang tampung, meski memang akhirnya semuanya. Apa ini strategi PS agar semua demikian, saya tak tahu. Tapi harus diakui sejumlah rakyat ini sebenarnya masih berharap PS. Tapi apa daya saat ini kenyataannya adalah demikian.

Pertanyaan akhirnya muncul kalau Mega bergabung dengan PS atau sebaliknya dan akan ada peta kekuasaan barukah?

#Anies2024

Anies ini ibarat batu. Loh kok batu? Ya batu ini kalau digosok terus akan mengkilap. Dengan Anies dikritik, dibully apapaun makin keras tapi Anies tak satupun melaporkannya kasusnya yang menghina drinya. Anies jalan saja. Anies mengalir, Anies buktikan sejumlah janji kampanye di Pilgub, Anies bahkan dituduh sering ke luar negeri ya karena diundang dan terhormat di publik dunia untuk pemikirannya dan diperlukan masukan Anies.

Anies semakin matang, bersinar, istilah orang-orang moncer, dan akan ramailah #Anies2024, maka bisa jadi Anies seng ada lawan karena sudah tidak tertandingi popularitasnya, makan boss media indoensia dan boss besar Nasdem berjumpa Anies. Bahwa Anies calon kuat 2024 ya, sah saja. Bahwa Anies dikabarkan harus dicegal untuk tidak masuk bursa 2024 banyak juga.

Memang masih ada waktu untuk #Anies2014. Ada ungkapan karena PS tak jadi maka wacana dibuatkan 2024 untuk #Anies2024, jadi kenapa sinis begitu.

#Anies2024 masuk figur baru sekaligus idola santun. Dan saat ini untuk Indonesia diperlukan publik. Publik yang mana? pasti yang nyinyir ke Anies demikian, sama seperti soal Instalasi Bambu yang sempat heboh itu. Jadi mungkin mata Paloh jeli soal ini. Tapi yang tak bisa dipungkiri juga Anies pernah satu panggung ternya di Nasdem saat Nasdem sebelum jadi partai. Silakan telusuri saja tak susah jejak digital kini.

Akhirnya mungkin abaikan saja soal politik #nasgor tapi kita buka saja dengan yang baru bahwa 2024 adalah the next leader for Indonesia pasti yang baru?

Rhenoz, wartawan biasa

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.