Home Kolom PAPUA BERGOLAK, PRESIDEN KEMANA?

PAPUA BERGOLAK, PRESIDEN KEMANA?

0
Tarmidzi Yusuf

PAPUA BERGOLAK, PRESIDEN KEMANA?
(Isu Proposal Referendum hingga Permainan Elit)
by Tarmidzi Yusuf

Papua bergolak hampir setengah bulan. Presiden kemana?. Belum ada statemen dari Jokowi. Rakyat menunggu. Bukan sibuk main sepeda dan nonton wayang terpingkal-pingkal. Sementara rakyat Papua menjerit, menangis bahkan korban jiwa berjatuhan. Korban jiwa, baik rakyat maupun aparat keamanan. Wiranto juga mingkem. Tidak mau mempublikasikan data korban.

Rakyat curiga. Jokowi tidak sehebat menghadapi ummat Islam. Jokowi “keok” di Papua, padahal jika valid, Jokowi menang 90% di Papua. Konon mayoritas rakyat Papua ingin Jokowi Presiden lagi. Jokowi datang ke Papua semua beres. Anehnya, dari bumi Cendrawasih juga terdengar tuntutan agar Jokowi tidak dilantik pada Oktober 2019 nanti. Ancaman Jokowi tidak dilantik bukan angin lalu. Bila kepentingan Amerika, Australia, China komunis dan 9 Naga terancam, berkonspirasi dengan jenderal merah dan salahsatu partai pengusung tidak direspon dengan baik, bisa saja isu Jokowi batal dilantik menggelinding bagai bola salju. Isu ini, beririsan dengan kelompok Islam yang tidak mengakui kemenangan Jokowi. Penulis meyakini kelompok Islam tidak mau bergabung dengan mereka. Karena elit ini pula, patut diduga berada dibelakang layar dalam mengkriminalisasi ulama dan tokoh Islam. Bersikap keras dan kasar terhadap ummat Islam. Akan tetapi, tujuan politiknya sama, yaitu Jokowi batal dilantik.

Kecurigaan melebar kemana-mana. Analisis liar ramai di media sosial. Akibat Jokowi mingkem di kasus Papua. Tidak secepat dan seberani isu Ibu Kota pindah. Isu liar mulai dari permainan elit Jakarta hingga dugaan keterlibatan agen intel RRC, Veronica Koman Liaw dan Damien Kingsbury, akademisi dari Australia yang katanya, Jokowi memberikan proposal referendum untuk rakyat Papua. Sampai dugaan ada “orang dekat” Jokowi bermain di isu Papua. Australia dan China komunis ikut memback up. Rumornya, “orang dekat” tersebut pada periode pertama Jokowi sangat kuat bakal hilang dari radar kekuasaan. “Pembiaran” Papua bergolak konon kabarnya untuk menekan elit politik tertentu agar “orang dekat” titipan 9 Naga dan China komunis tidak tersingkir di panggung politik 2019-2024.

Isu liar lainnya, Jokowi patut diduga “mengetahui” siapa elit yang bermain di Papua. Kemungkinan ini bisa saja terjadi melihat respon pasif Jokowi. Aparat keamanan diturunkan di Papua tidak sebanding dengan yang diturunkan ketika aksi damai 21-22 Mei. Disamping dari masalah personel yang diturunkan di Papua sangat sedikit, juga aparat keamanan menghadapi massa dengan tangan kosong. Beda halnya, ketika menghadapi aksi damai 21-22 Mei dilengkapi dengan senjata dan peluru.

Elit tersebut dengan sokongan dana yang luar biasa “memenangkan” Jokowi di periode kedua. Tak rela “ditendang” dari kabinet. Sementara Jokowi berada posisi dilematis. Satu sisi, ingin elit tersebut tetap menjadi bagian dari kabinetnya. Sisi lain, desakan dari elit tertentu agar Jokowi “menendang” elit tersebut dari kabinet.

Jokowi tak berdaya menghadapi “orang-orang di ring satu” kekuasaannya. Mereka telah berjasa memenangkan Jokowi pada Pilpres 2019 dengan menghalalkan segala cara. Ditengah Papua bergolak. Menteri BUMN, Rini Soemarno bermain. Mengacak-ngacak Direksi BUMN seperti perusahaan milik sendiri. Mungkin dia sudah dapat info bakal terpental dari kabinet. Negara makin runyam. Banyak pihak bermain demi kelompok dan gank politik dan bisnisnya. Papua Barat dan Papua jadi korban. Posisi Presiden sekarang sangat lemah ditambah banyak opportunis disekeliling Presiden yang punya agenda politik tersendiri.

Indonesia diambang pergolakan besar bila tak diredam dari sekarang. Orang-orang rakus akan jabatan dan harta sedang “perang tertutup”.

عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلَا فِيْ غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِيْنِهِ

Dari Ka’ab bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua serigala yang lapar yang dilepas di tengah kumpulan kambing, tidak lebih merusak dibandingkan dengan sifat tamak manusia terhadap harta dan kedudukan yang sangat merusak agamanya.”[Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, no. 2376; Ahmad (III/456, 460); Ad-Darimi (II/304); Ibnu Hibban (no. 3218–At-Ta’lîqâtul Hisân) ; Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabîr (XIX/96, no. 189) dan lainnya.]

Bandung, 2 Muharram 1441/2 September 2019

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.