Home Kolom KOBARKAN SEMANGAT JUANG SAMPAI KEMENANGAN DIRAIH

KOBARKAN SEMANGAT JUANG SAMPAI KEMENANGAN DIRAIH

0
Tarmidzi Yusuf/ist


by Tarmidzi Yusuf

Pasca putusan MK semangat juang relawan meredup. Banyak yang mundur teratur pasca “beringasnya” aparat keamanan menghadapi massa aksi damai 21-22 Mei. Boleh jadi takut mati atau masih sangat cinta dunia. Mudah-mudahan tidak. Semangat masih membara. Lagi nunggu momentum, husnudzon… hehehe….

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Kematian itu pasti. Tinggal kita pilih, hidup mulia dalam naungan al-Qur’an dan As-Sunnah atau mati syahid. Abdullah Azzam rahimahullah memberikan semangat untuk kita. Telah lama tidur kalian. Burung-burung pipit telah menjelma menjadi burung-burung Elang di bumi kalian. Alangkah indahnya makna bait-bait puisi ini :

“Kian panjang tidur terlena dalam kehinaan
dimanakah gerangan barisan singa itu
sementara burung-burung pipit telah menjelma menjadi Elang
sedangkan kita terbelenggu bagai budak belenggu
budak itu berupa buhul nestapa bukannya rantai dari besi lalu,
kapan kita berontak belenggu itu?
kapan kita berontak belenggu itu?!

Mari bangun dan bangkit saudara-saudaraku.
Jangan terbawa framing dan pengalihan isu.
Tegakkan yang haq.
Musnahkan yang batil.
Tuntut hak-hak kita dari perampokan suara pada Pilpres 2019.
Perjuangkan yang menang.
Enyahkan yang dimenangkan.
Jangan diam dan berpangku tangan.
Jangan mundur selangkahpun dari medan juang.
Tuntutlah hak-hak kalian yang telah dicuri.
Jangan takut mati
Hari ini, esok dan lusa kita pasti mati.

Kematian tak bisa dihindari, tidak mungkin ada yang bisa lari darinya. Namun seribu sayang, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.

Kata ‘Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.” (Tafsir al-Qurthubi)

Dan semoga Allah Ta’ala merahmati Abdullah ibnul Mubarok. Suatu ketika beliau berkirim surat kepada Al Fudzail bin ‘Iyadl, ia berkata :

“Wahai orang yang beribadah di Masjid Haromain Seandainya engkau mengerti keadaan kami tentu engkau tahu bahwa Engkau bermain-main dengan ibadah itu. Kalau orang pipinya dilinangi genang air mata. Maka pangkal leher kami dilumuri darah yang tertumpah“

Waktu kalian hanya sebentar. Hanya dalam hitungan hari. Jangan biarkan rezim zalim berkuasa lagi.

Bagaimana hati seorang muslim tetap tenang sedang kaum musuh sudah di depan mata. Mereka telah merampok suara-suara kalian.

Saya berpendapat di atas leher setiap muslim di Indonesia sekarang ini terikat beban dan tanggung jawab disebabkan mereka menganggap kecurangan sebagai hal biasa. Dan semua orang Islam telah memikul dosa karena enggan menuntut hak-haknya yang telah dicuri.

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya) “. (QS. 4:84).

Bandung, 3 Muharram 1441/3 September 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.