Home Bencana REKTOR UNPAD TERPILIH: SEBUAH SKANDAL?

REKTOR UNPAD TERPILIH: SEBUAH SKANDAL?

0


Oleh: Radhar Tribaskoro

Rektor UNPAD terpilih adalah senior saya di FE UNPAD. Saya mengenalnya sebagai orang yg jujur dan berdedikasi. Tetapi beliau bukanlah orang yang terkenal sebagai pemikir. Beliau akan menjadi administrator yg baik tetapi untuk sebuah perubahan yg mengangkat UNPAD menjadi PT terkemuka di kawasan kita mesti mengandalkan tokoh2 unpad lain.

Menurut pengamatan saya beliau memang sdh diplot menjadi rektor unpad. Jenjangnya sdh disiapkan dg menjadi birokrat di kementerian.

Pertanyaan saya apakah beliau nanti bersedia menjadi bagian dari ideological state apparatus?

Pertanyaan ini perlu dilontarkan sebab negara telah melancarkan perang ideologi di kampus2 dengan menghembuskan isu deradikalisasi. Dalam kampanye itu negara menindas apa yg mereka sebut Islam politik, dan hanya merayakan Islam kultural. Sebetulnya dibalik kampanye itu ada usaha keras untuk menegakkan negara sekuler. Upaya ini tidak sejalan dengan konstitusi kita, menurut saya.

Kembali ke pertanyaan di atas, menurut saya Rektor UNPAD terpilih adalah seorang akademisi berkualitas. Akademisi memiliki kebebasan mimbar dan kebebasan akademik. Upaya ideologisasi kampus akan dihadapkan dengan pisau analisis sains. Ideologi2 ngawur akan tersisih dengan sendirinya.

Walau begitu sangat sulit bagi rektor PT manapun untuk melawan penguasa yang ingin menjadikan kampus sebagai aparatus ideologi negara. Kekuasaan anggaran, demosi dan promosi berada di luar mereka, dan besar kemungkinan akan mengalahkan kemandirian akademis.

Dalam jangka pendek ideologi negara sekuler akan terus didengungkan. Kampanye ideologi itu akan terus diperluas kalau perlu sampai RT/RW.

Kampanye tersebut akan kalah karena bertentangan dg konstitusi dan aspirasi rakyat.

Perlawanan sudah dimulai oleh gerakan emak-emak dan muslim 212. Baru2 ini mahasiswa pun bergerak.

Sistem politik yang busuk dan tidak memiliki landasan rasional yang kokoh gagal menjawab tuntutan2 yg diajukan oleh gerakan2 protes itu. Satu2nya cara respon mereka adalah dengan kekerasan. Kekerasan fisik maupun verbal berumur pendek. Sejarah mengajarkan bahwa rejim2 otoriter pasti tergulung. Dengan kemajuan teknologi mereka akan terbasmi lebih cepat.

Di dalam pemilihan rektor unpad ini penguasa telah memainkan semua kartu mereka. Calon pesanan, aklamasi, dst. Puncak tertinggi telah dicapai, sekarang tinggal tunggu jatuhnya saja.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.