Home HAM ADE ARMANDO HARUS DI AHOK KAN ?

ADE ARMANDO HARUS DI AHOK KAN ?

0

by M Rizal Fadillah

Penuh harap Pak Idham Azis Kapolri baru dapat bersikap obyektif atas kasus Ade Armando. Terutama berkaitan dengan Putusan Praperadilan gugatan LBH Street Lawyer yang membatalkan SP3 untuk delik “Penodaan Agama”. Secara yuridis proses hukum mesti berjalan. Penyidikan hingga penuntutan Kejaksaan. Peluang ke Pengadilan sangat besar.

Ditambah dengan kasus baru pelaporan Fahira Idris ke Polda Metro Jaya dalam dugaan pelanggaran UU ITE Ade Armando. Untuk kesekian kali pelaporan dilakukan. Moga untuk kasus ini dapat bergerak obyektif penyidikan. Ade Armando adalah “tokoh” yang masyarakat melihat “kebal hukum” dan selalu diproteksi oleh kekuasaan.
Ini saatnya membuktikan bahwa pandangan itu tidak benar. Ade tak jera jera melakukan aksi merobek robek perasaan publik, khususnya umat Islam. Pandangan keagamaannya sekuler.

Bagai kasus Ahok yang juga saat itu seolah olah memiliki kekuatan perlindungan kekuasaan. Tak jera bersikap sompral menentang pandangan publik. Mengoyak ngoyak perasaan umat Islam. Berbagai upaya dilakukan untuk mengingatkan dan mengoreksi. Tapi nihil. Akhirnya melalui aksi demonstrasi atau aksi damai, hukum luluh pula. Ahok dihukum. Meski pelaksanaan terasa tidak adil pula. Ahok di “penjara” di Mako Brimob. Suatu hal yang tak lazim dan mencoreng lembaga hukum.

Kini Ade Armando pun seperti sulit diproses. Nah antara harap, dengan Kapolri baru, dan cemas, karena biasa begitu, maka pertanyaan timbul apakah model tekanan seperti Ahok dibutuhkan lagi ? Gerakan 212 mestikah menohok Ade Armando ?
Bila nuansa “kebal dan bebal hukum” masih melekat pada Armando, bukan hal yang mustahil tekanan umat model Ahok dapat berulang.

Tetapi baiknya kita berprasangka baik saja dulu, bahwa kini Kepolisian akan bergerak. Ade Armando telah membuat sulit semua umat maupun Kepolisian. Ia harus diberi pelajaran agar tidak terpapar dan memaparkan faham keagamaan yang radikal. Ilmu agama minim tetapi “belagu” nya luar biasa.
Moga ada batu yang mengenainya. Kena batunya, pak Dosen yang angkuh !

*) Pemerhati Politik dan Keagamaan.

Bandung, 3 November 2019

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.