Home Jakarta Karena mereka bukan milyarder…

Karena mereka bukan milyarder…

0

OLEH Priyadi Setiawan

Kata-kata mendikbud baru ini tipikal kata-kata orang yang merasa tidak punya pendidikan yang mentereng tapi merasa berhasil dalam hidupnya.

Ini bukan barang baru. Sejak jaman saya masih SD banyak orang bicara bahwa “pendidikan itu nggak penting, yang penting bisa kerja”..

Sepintas lalu pandangan tersebut seperti benar. Banyak sekali sarjana lulusan S1 atau bahkan S2-S3 yang tidak bekerja, atau bekerja di bidang yang tidak ada hubungannya dengan pendidikannya.

Tapi PENDIDIKAN memang bukan hanya sekadar membuat orang bisa cari kerja atau cari uang. Kalau hanya sekedar bisa kerja sebagai karyawan/pekerja, maka yang diperlukan adalah PELATIHAN, bukan PENDIDIKAN.

PELATIHAN adalah memberikan ketrampilan/skill di bidang yang spesifik agar siswanya menguasai kemampuan spesifik untuk mengerjakan hal yang spesifik pula.

PENDIDIKAN pada hakikatnya adalah pengembangan kapasitas manusia agar bisa mencapai potensi maksimalnya dalam hidup dan bisa memberikan manfaat terbesar kepada masyarakat.

Mencari kerja atau mencari uang hanya salah satu bagian dari hasil pendidikan.

Seorang ibu rumah tangga yang baik, terampil dan berdedikasi dalam mengurus rumahtangga dan lingkungannya, mungkin dianggap hasil pendidikan yang gagal oleh pandangan mendikbud baru ini karena ibu ini “tidak pandai cari uang”. Tapi ibu yg seperti ini adalah tiang bangsa yg kelak menghasilkan generasi baru yg lebih baik. Dan ini adalah hasil pendidikan.

Seorang aktifis sosial non-profit mungkin juga dianggap hasil pendidikan yg gagal oleh pandangan mendikbud ini, karena mereka juga “tidak pandai cari uang” hidup pas-pasan. Padahal kemerdekaan indonesia diawali oleh mereka yg berpikir dan berbuat tanpa memikirkan uang dan keuntungan untuk mereka sendiri.

Menilai pendidikan hanya berdasarkan bisa tidaknya siswa mencari uang sesudah lulus, adalah sama seperti menilai smartphone canggih hanya berdasarkan bisa tidaknya smartphone tsb memesan gojek…

Picik sekali…

Tapi mungkin anda akan bilang “emang loe siapa? Makarim itu milyarder, orang sukses, orang pintar.. loe tau apa? Loe punya apa?”

Begitulah kalau anda melihat benar atau salah hanya berdasarkan berapa banyak uang yang dipunyai.

Kalau berdasarkan pola pikir seperti itu, maka semua yg diajarkan dan dikatakan Rasulullah dan para Nabi, termasuk juga para pejuang kemerdekaan kita, adalah salah semua. Karena mereka bukan milyarder…

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.