Home BUMN ADA DUGAAN MOELDOKO DI PUSARAN JIWASRAYA DAN ASABRI

ADA DUGAAN MOELDOKO DI PUSARAN JIWASRAYA DAN ASABRI

0

ADA DUGAAN MOELDOKO DI PUSARAN JIWASRAYA DAN ASABRI
Jenderal Perang Total TKN 01
by Tarmidzi Yusuf

Aroma tak sedap berhembus kencang dari istana. Skandal Jiwasraya ditengarai menyebut nama Moeldoko.

Skandal Asabri pertama kali dilontarkan Menko Polhukam Mahfud MD. Menurut rencana Mahfud akan memanggil Erick Tohir dan Sri Mulyani mengkonfirmasi masalah ini. Bukankah Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan tidak dibawah koordinasi Menko Polhukam.

Publik bertanya, ada apa dengan pemanggilan 2 Menteri oleh Menko Polhukam? Karena menyangkut uang anggota TNI, Polri, PNS Kementerian Pertahanan, dll? Jika ya, bukankah Menteri Pertahanan sebagai menteri teknis lebih elok tampil bukan Menko Polhukam. Jangan-jangan???

Sementara itu, Mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Hari Prasetyo pernah menjadi anak buah Moeldoko di KSP sebagai tenaga ahli utama.

Benarkah Moeldoko terlibat skandal perampokan Jiwasraya dan Asabri dengan nilai total 23,7 trilyun?

Publik curiga. Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Puyouna secara terbuka menyebut keterlibatan Moeldoko di skandal Jiwasraya dan Asabri (Warta Ekonomi, 12/1/20). Moeldoko yang pernah membuat terkejut publik saat melontarkan perang total pada Pilpres 2019 diminta Jokowi mencopot Moeldoko sebagai KSP oleh Arief Puyouna.

Kecurigaan ini mengaitkan perang total model Moeldoko dengan skandal perampokan Jiwasraya dan Asabri. Konon modus perampokan Jiwasraya dan Asabri sama. Konspirasi penjahat korporasi dan penjahat kekuasaan dengan pola investasi sama.

Apakah perang total itu termasuk menghalalkan segala cara untuk memenangkan paslon 01? Termasuk dugaan mengumpulkan pundi-pundi uang untuk perang di bilik suara, KPU dan bilik peradilan, Mahkamah Konstitusi?

Agar kasus ini terang benderang saatnya DPR bersuara. Gerak cepat bentuk pansus Jiwasraya dan Asabri.

Publik makin curiga bila skandal ini menguap. Dugaan ada persekongkolan jahat untuk mempeti eskan skandal Jiwasraya dan Asabri.

Publik harus mengawal skandal Jiwasraya dan Asabri agar dugaan bakal adanya tukar guling dengan skandal suap komisioner KPU yang melibatkan petinggi PDIP. Barter skandal untuk saling melindungi dengan agenda politik masing-masing.

Kecurigaan adanya barter skandal menguat bila tiga skandal ini tidak menyentuh tokoh utama yang ditengarai terlibat. Apalagi menguap begitu saja.

Ternyata pasca pilpres perang total masih berlanjut. Sementara kami yang terdzalimi sedang menunggu skenario Langit menenggalamkan rezim curang!

Bandung, 17 Jumadil Awwal 1441/13 Januari 2020

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.