Home Uncategorized Jokowi Jatuh Sebelum 2024?

Jokowi Jatuh Sebelum 2024?

0


by Tarmidzi Yusuf

Bukan Rocky Gerung bila tak tajam dan pedas. Setajam silet dan sepedas cabe rawit.

Prediksi Rocky Gerung, Jokowi tak sampai 2024. Mungkinkah? Mungkin saja. Tak ada yang tak mungkin. Jokowi hanya manusia biasa. Tidak ada yang istimewa. Istimewanya hanya jabatannya, Presiden.

Terlalu banyak huru hara di tahun 2020. Blunder bagi Jokowi. Apalagi tidak dikelola dengan baik. Dikelola dengan baik pun tetap saja aibnya terbuka. Sepandai-pandai tupai melompat akan jatuh juga.

Sebut misalnya, huru hara Jiwasraya, Asabri dan suap KPU. Konon Taspen sedang menunggu seperti skandal Asabri dan Jiwasraya.

Katanya akan dicicil 2 T. Darimana uangnya? Jual aset Benny Tjokrosaputra alias Bentjok dan Hary Hidayat? Apakah aset dua perampok tersebut cukup? Sisanya 11,7 T lagi dari mana?

Skenario cicilan apakah bukan upaya meredam gejolak publik dan nasabah Jiwasraya?

Jokowi jatuh bukan oleh oposisi karena oposisi sudah menjadi bagian Jokowi. Tidak mungkin PKS menjatuhkan Jokowi sekalipun PKS oposisi.

Gerakan Anti Jokowi ada? Banyak. Jutaan. Versi KPU ada sekitar 68.650.239 atau 44,50% rakyat Indonesia tidak memilih Jokowi.

Sayangnya, gerakan ini tidak ada yang memimpin. Belum ada tokoh secara terbuka dan berani yang memimpin gerakan anti Jokowi. Sekalipun ada, gaungnya sangat lemah dan sporadis. Belum diperhitungkan oleh lawan.

Jokowi jatuh bukan oleh makar karena tokoh-tokoh yang dituduh makar sudah pernah merasakan dinginnya hotel prodeo.

Lantas, Jokowi jatuh oleh siapa? Jokowi jatuh oleh Jokowi sendiri. Jokowi jatuh oleh pembusukan dari orang-orang disekililingnya.

Pada 2020 Jokowi mulai menghadapi krisis kepercayaan dari publik sebagai buah dari melambungnya harga-harga. Pembayaran bunga dan utang pokok lebih dari 646 trilyun sangat membebani APBN.

Bila ada kelompok politik yang bermain memanfaatkan momentum ini bisa jadi Jokowi jatuh tidak lagi terpeleset seperti skandal Jiwasraya dan Asabri.

Jokowi tahun 2020 masih terlalu kuat untuk jatuh sekalipun mega skandal Jiwasraya, Asabri dan KPU sudah cukup kuat menggoyang kursi kepresidenan. Semua institusi negara termasuk DPR dan partai loyal 100% ke Jokowi. Hanya ada ‘perseturuan’ kecil dari PDIP dan NasDem menggoyang Jokowi.

Memasuki tahun 2021 tidak hanya PDIP dan NasDem yang berani ‘berseteru’ dengan Jokowi. Kemungkinan partai koalisi lain mulai berani ‘berseteru’ dengan Jokowi.

Apalagi Jokowi bukan ketua partai. Lain halnya jika Jokowi ketua partai setidaknya ada sedikit bargaining dengan partai lain.

Puncaknya 2022 Jokowi sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan partai koalisi apalagi tahun 2022 banyak Gubernur, Walikota dan Bupati (jika jadi) akan dijabat Pelaksana tugas termasuk Gubernur DKI Jakarta.

Akankah Tito Karnavian ‘main mata’ untuk menempatkan orang-orangnya sebagai Gubernur, Walikota dan Bupati menuju kompetisi 2024?

Bisa jadi jika Allah Ta’ala berkehendak Jokowi jatuh sebelum 2024. Bisa jadi pula Jokowi tuntas sampai 2024.

Tergantung skenario Allah subhanahu wata’ala. Apapun skenarionya sebelum atau tuntas hingga 2024 itu yang terbaik dari Allah subhanahu wata’ala untuk Islam dan ummatnya.

Kalo memang sebelum 2024 itu yang terbaik semoga Allah Ta’ala mudahkan dan sekiranya tuntas hingga 2024 semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran dan keistiqamahan kepada kita meniti jalan yang lurus, Aamiin.

Bandung, 26 Jumadil Awwal 1441/22 Januari 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.