Home Nasional Daerah Mengenal Rizal Bawazier, Kriteria Paling Ideal Calon Wali Kota Tangsel

Mengenal Rizal Bawazier, Kriteria Paling Ideal Calon Wali Kota Tangsel

0
Rizal Bawazier dalam sebuah acara diwawancara sejumlah media di Tangsel/ist

POROSNEWS.COM – KOTA Tangerang Selatan, Banten, menyimpan banyak jejak sejarah yang berhubungan dengan perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Itu sebabnya di kota ini juga terdapat taman makam pahlawan (TMP), yang tak semua kota di Indonesia memilikinya, TMP Pahlawan Seribu. Di TMP ini dimakamkan lebih dari ratus pahlawan yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan di daerah yang kini masuk wilayah Kota Tangerang Selatan.

Di kota ini pula untuk pertama kalinya didirikan tempat pendidikan militer di Indonesia, yang diberi nama Akademi Militer Tangerang (AMT), pada November 1945. Kadet atau peserta pendidikan AMT ada yang pernah bertempur dengan balatentara Jepang pada tahun 1946. Peristiwa pertempuran ini dikenal sebagai Peristiwa Lengkong, yang monumen peringatannya didirikan di kawasan perumahan Bumi Serpong Damai.

Di kawasan Lengkong ada kampung yang bernama Lengkong Kyai. Meski secara administratif masuk Kabupaten Tangerang, Kampung Lengkong Kyai sesungguhnya tak bisa dilepaskan dari wilayah Lengkong secara keseluruhan, yang sebagian besar kini masuk  Kota Tangerang Selatan. Sesuai namanya, Kampung Lengkong Kyai awalnya didirikan seorang ulama, sebagai bagian dari perlawanan terhadap penjajahan yang dilakukan Perusahaan Dagang Hindia Belanda (VOC).

Jadi, Kota Tangerang Selatan memang bukan “kota sembarangan”. Kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara ini tak bisa dipandang sebelah mata atau diabaikan begitu saja. Karena itu, sudah sewajarnya dan selayaknya, Kota Tangerang Selatan dipimpin oleh tokoh yang memahami dan menghargai nilai-nilai kebersejarahan tersebut. Dengan demikian, program-program kerja yang akan dilaksanakan bukan hanya memandang jauh ke depan, tetapi juga tidak melupakan masa silam.

Pemimpin seperti itu, yang berpandangan ke masa depan tanpa melupakan sejarahnya, tentulah seorang cerdik cendekia yang bukan hanya punya pengetahuan teoretis. Namun, dia punya pengalaman panjang dan menghayati berbagai masalah yang ada di tengah masyarakatnya. Dia juga memiliki wawasan yang luas dan menghargai berbagai perbedaan, karena pernah mengenyam pergaulan lintas daerah, bahkan lintas negara yang tidak sebentar.

Dengan kriteria-kriteria seperti itu, adalah keniscayaan bila Kota Tangerang Selatan lebih pas dan cocok dipimpin oleh tokoh dari daerahnya sendiri. Namun, ya, itu tadi: Wali Kota Tangerang Selatan juga harus punya pengalaman panjang dan wawasan luas. Apalagi, Tangerang Selatan kini telah berkembang menjadi kota kosmopolitan, kota internasional, dengan banyaknya kompleks perumahan, lembaga-lembaga pendidikan yang terafiliasi dengan lembaga-lembaga di berbagai negara lain, dan juga banyak sentra ekonominya.

Siapa tokohnya? Dari berbagai bakal calon Wali Kota Tangerang yang sudah mulai melakukan sosialisasi untuk ikut kontestasi Pilwalkot 2020 nanti, yang paling memenuhi kriteria tersebut adalah Rizal Bawazier, pengusaha yang masih berusia muda (belum lagi genap 49 tahun). Rizal lahir dari pasangan Abdullah Bawazier dan Petum Bawazier, yang sudah beberapa keturunan menetap di Lengkong Kyai. Ayah Rizal juga seorang pengusaha, yang pernah menjadi pedagang kaki lima di Pasar Senen, Jakarta.

Rizal menempuh pendidikan perpajakan di Universitas Indonesia. Bahkan, ia sempat pula berkuliah di jurusan sastra Jerman pada perguruan tinggi yang sama.

“Sempat saya dalam setahun kuliah di dua fakultas di Universitas Indonesia. Namun, akhirnya, saya lepas yang jurusan sastra Jerman,” kata Rizal.

Rizal Bawazier bersama para pekerja harian lepas taman Kota BSD Tangsel/ist
Rizal Bawazier bersama para pekerja harian lepas taman Kota BSD Tangsel/ist

Lulus kuliah, Rizal bekerja di kantor konsultan internasional terkemuka, Ernst & Young dan juga PricewaterhouseCoopers. “Saya bekerja di sana kurang-lebih sembilan tahun,” tutur pemilik usaha RB Group ini.

Setelah itu, Rizal berusaha mandiri, dengan mendirikan perusahaan konsultan pajak sendiri. “Saya bikin perusahaan itu tahun 2003. Saya banyak dibantu oleh dua kawan saya yang juga pernah bekerja di PricewaterhouseCoopers, Ricky Hasibuan dan Viktor Silaban,” ujar Rizal.

Kini, di bawah bendera RB Group, Rizal memiliki delapan perusahaan, mulai dari perusahaan konsultan bisnis dan perpajakan, perusahaan agen perjalanan wisata, perusahaan teknologi informatika, sampai perusahaan properti. “Jatuh-bangun saya dalam membangun bisnis ini. Tapi, dalam hidup, jatuh-bangun kan biasa. Yang penting, kita harus selalu bangun setiap kali jatuh,” katanya.

Lalu, mengapa Rizal tertarik untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tangerang Selatan?

“Saya kan putra daerah sini. Saya ingin menjadikan Tangerang Selatan lebih maju lagi, agar bisa menjadi kota kelas dunia, yang menghargai perbedaan, toleran, warganya sejahtera, lingkungan alamnya terjaga, dan ekosistem bisnisnya tumbuh dengan sehat. Saya sudah menyiapkan konsep dan metode implementasinya. Insya Allah saya akan bekerja cepat untuk mewujudkan Tangerang Selatan sebagai kota kelas dunia seperti itu kalau nanti saya diberi amanat oleh warga Tangerang Selatan untuk jadi wali kota,” ujar Rizal yang sudah masuk kesjumlah daerah dan pelosok di 7 kecamatan Tangsel ini yakin. |TOM

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.