Home DUNIA 22 Tahun Gerakan Reformasi;Amien Rais, We Love You

22 Tahun Gerakan Reformasi;Amien Rais, We Love You

0
AMIEN RAIS

Catatan Kecil: IMAM WAHYUDI

HARI ini, 21 Mei pada 22 tahun lalu adalah puncak aksi Gerakan Reformasi 1998 — menandai berakhirnya kekuasaan rezim orde baru yang dipimpin Soeharto. Presiden tanpa jeda yang berkuasa selama rentang tiga dasawarsa (32 tahun).

Amien Rais menjadi tokoh sentral dengan sikap kritis terhadap pemerintahan “otoriter”. Masa itu tak seorang pun berani bersuara vokal. Amien Rais diidentikkan tak punya urat takut, berbicara lantang dan menghujam. Tokoh Muhammadiyah yang tampil sebagai lokomotif atas gerakan mahasiswa. Amien Rais mulai “mengusik” kebijakan Soeharto terkait dengan sistem kelola tambang emas di Busang, Kaltim mulai 1993. Masa itu selama kurun 25 tahun sebagai tabu mengkritisi pemerintah. Penambangan Busang berada di Sungai Musang, cabang dari Sungai Mahakam — terbesar dan terpanjang di Kalimantan. Busang menjadi “sabuk emas” Kalimantan (Kalimantan Gold Belt). Kawasan tambang emas yang membentang dari Serawak di Kalimantan Utara sebagai bagian timur — melingkar hingga Kalimantan Timur di bagian barat.

IMAM WAHYUDI/IST

Geger Indonesia ditandai dengan tulisan (opini) Amien Rais bertajuk Inkonstitusional yang dirilis Harian Republika pada 09 Januari 1997. Amien Rais menggugat pemerintah yang memberikan keistimewaan kepada perusahaan asing dalam melola ladang emas Busang di Kalimantan Timur dan Papua. Kritisi tajam yang langsung tertuju ke pimpinan tertinggi negara. Berlanjut diskusi tentang tulisan itu yang dibukukan dengan lebih 500 halaman, berjudul Ada Udang di Balik Busang. Amien Rais tampil sebagai sosok aktivis yang berani lantang bersuara di masa-masa banyak orang memilih bungkam, berbalut tabu.

*

AMIEN RAIS SAAT DI DPR 1998

HARI ini, 22 tahun silam — Amien Rais
menuliskan namanya dengan tinta emas dalam kancah perjuangan anak bangsa dan sejarah politik Indonesia. Menumbangkan rezim orde baru yg berkuasa slm tiga dasawarsa (32 tahun). Sebuah puncak perjuangan yang selanjutnya menginspirasi kehadiran partai baru pascareformasi. Masa itu hanya dikenal tiga partai utama saja sebagai hasil fusi yang dikendalikan rezim berkuasa. Amien Rais dkk membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) yang dideklarasikan di Istora Senayan, Jakarta, pada 23 Agustus 1998 — setelah proses forum Amanat Rakyat atau MARA (Majelis Amanat Rakyat) yang dibentuk 14 Mei 1998 atau sepekan sebelum Gerakan Reformasi 1998 dan pernyataan Soeharto “berhenti” dari jabatan presiden. MARA adalah sebuah forum atau wadah terbuka yang memperjuangkan kesejahteraan dan demokrasi di Indonesia. Beranggotakan sederet tokoh nasional lintas agama, suku dan rasial. Selain Amien Rais, adalah Goenawan Mohammad, Emil Salim, Jenderal (pur) Rudini, Adnan Buyung Nasution, Nurcholis Madjid, Ong Hok Ham, Faisal Basri dan lainnya berjumlah 49 orang.

PAN sebagai partai (baru) pascareformasi mengangkat inspirasi masa kekuasaan rezim orde baru lewat logonya, karya Joko Santoso. HP. Masa 32 tahun kekuasaan Soeharto dimanifestasikan dengan sinar (binar) matahari yang berjumlah 32 pada logo PAN. Sebuah partai yang terlahir dari rahim Gerakan Reformasi 1998. Diidentikkan sebagai partai reformis yang dibangun dengan sikap kritis terhadap setiap kebijakan yang tidak populis pemerintah.

*

HARI ini, 22 tahun yang lalu — seperti baru kemarin, ketika gong kedaulatan dikembalikan seutuhnya ke rakyat. Bupati, walikota, gubernur hingga presiden wajib bin kudu — dipilih langsung oleh rakyat sebagai pemegang/pemilik kedaulatan. Lewat pemilihan kepala daerah (pilkada) dan pemilihan presiden/wakil presiden (pilpres).

Kran demokrasi dibuka lebar. Selama sebelum puncak Gerakan Reformasi 1998, praktis terbungkam — berganti semangat ABS (asal bapak senang -pen). Hak berpendapat, berkumpul dan berserikat yang sebelumnya di”haram”kan – kembali bergulir dan dijamin undang-undang. Para kepala daerah berganti setiap maksimal dua periodisasi jabatan. Pun jabatan presiden dan wakil presiden. Tak ada lagi sistem pengangkatan dan penetapan. Demikian pula, sederet kewenangan yang selama ini terpusat — didistribusikan ke daerah atau desentralisasi kekuasaan. Tak lagi terpusat di Jakarta. Masyarakat madani (civil society) terbangun dan ditumbuhkembangkan. Setiap anak bangsa berkesempatan dan berhak atas prestasi dan masa depannya sendiri.

Hari ini, 22 tahun lalu — Saatnya, ketika Kita Bebas Bicara. Mengingatkan kembali — sosok, jejak, langkah, nyali tak bertepi dan reputasi seorang Amien Rais. Sejarah bangsa yang pernah mengguncang jagat raya. Sejarah yang tak mungkin bisa dijarah dan diubah. Amien Rais, We Love You. Salam reformasi.*

Bandung, 21 Mei 2020

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.