Home Nasional Hankam PKI Perjuangan Keok?

PKI Perjuangan Keok?

0
Tarmidzi Yusuf/ist

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

RUU HIP resmi ganti nama menjadi RUU BPIP. Beberapa content yang jadi polemik dihapus.

Pasal-pasal kontroversial tentang Trisila dan Ekasila tidak ada lagi dalam draft RUU BPIP. Adakah jaminannya tidak akan dimunculkan lagi pada masa yang akan datang?

Tap MPRS No XXV tahun 1966 tentang Larangan Ajaran Komunisme/Marxisme dimasukkan dalam konsideran RUU BPIP.

Digantinya RUU HIP menjadi RUU BPIP mengandung dua makna penting.

Pertama, PKI Perjuangan keok. Gagal melakukan “kudeta” konstitusi terhadap Pancasila 18 Agustus 1945.

Gerombolan Trisila dan Ekasila gagal mengganti Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi Ketuhanan Yang Berkebudayaan.

Lantas publik patut bersuka cita? Tentu saja tidak. Publik patut curiga. Diduga ada agenda tersembunyi dibalik di RUU kannya BPIP. Mundur selangkah untuk maju dua tiga langkah sekaligus.

Gagasan Pancasila 1 Juni melalui BPIP apalagi sesuai dengan visi dan misi partai inisiator RUU HIP belum pupus. Kecurigaan publik sedikit berkurang bila misi dan visi partai tersebut tidak mencantumkan lagi visi misi Pancasila 1 Juni. Diganti dengan visi misi Pancasila 18 Agustus.

Kedua, PDIP tidak kehilangan muka dengan digantinya RUU HIP menjadi RUU BPIP. Win-win solution antara Pemerintah, DPR dan PDIP khususnya antara Jokowi dan Megawati. Separtai tapi berbeda agenda dan kepentingan.

PDIP ‘cuci muka’ dengan judul baru RUU BPIP dan dicopotnya si Oneng dari Wakil Ketua Baleg DPR.

Test on the water dari anggota DPR yang dituding banyak pihak sebagai PKI Perjuangan.

Apakah PKI Perjuangan akan surut perjuangannya untuk menghidupkan cita-cita mengkomuniskan Indonesia? Rasa-rasanya mereka akan terus berjuang. Menunggu momentum. Apalagi kader PKI Perjuangan banyak yang gentayangan baik di legislatif dan eksekutif maupun yudikatif bahkan mereka telah ‘menyusup’ di TNI dan Polri.

Tetap waspada. Perjuangan kita dan mereka belum selesai.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.’ [QS. al-A’raf:16-17]

Syaikh Dr. Sulaiman al-Asyqar menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan:

Iblis berkata: “Maka kerena Engkau telah menghukumku dengan kesesatan, maka aku bersumpah akan berusaha keras menghalang-halangi anak Adam menuju keimanan, kebenaran dan hidayah. Dan sungguh aku akan menyesatkan mereka sehingga mereka berbuat kerusakan karenaku, dan mereka tidak menyembah dan mengesakanMu” (Zubdatut Tafsir min Fathil Qadir)

Gading Serpong, 25 Dzulqa’dah 1441/17 Juli 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.