Home EKONOMI Bisnis STRATEGI BISNIS INKOPONTREN DIMASA PANDEMI

STRATEGI BISNIS INKOPONTREN DIMASA PANDEMI

0

POROSNEWS.COM – Inkopontren diminta membantu pemerintah khususnya untuk mengidentifikasi para Santri, Ustadz, karyawan dilingkungan Pondok Pesantren ataupun alumni Pesantren berstatus usaha Mikro kecil yang terdampak ekonomi nya karena pandemi covid19.

“Tadi kami mendiskusikan dengan pak Hanung (Deputi Pembiayaan) tentang peran Inkopontren untuk lebih berperan terhadap keluarga besar Koperasi Pondok Pesantren, seperti Ustadz/ Guru, Karyawan, Santri maupun alumni yang mempunyai usaha kecil dan terdampak karena pandemi, kami akan koordinasi dengan Kopontren, Puskopontren mengidentifikasinya, Inshaa Allah secepatnya akan kami lakukan sehingga beban ekonomi masyarakat Pesantren diringankan oleh BanPres tersebut” ujar Mohamad Sukri Ketua Umum INKOPONTREN yang didampingi beberapa orang pengurus (9/11/2020).

“Ya benar tadi berbincang dengan kang Sukri dan teman teman dalam beberapa hal, seperti Banpres dan pengembangan usaha INKOPONTREN kedepan,” ungkap Hanung Harimba Rachman Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM RI.

Hal lain yang menarik adalah Terobosan Bisnis Koperasi yang ditunjukkan oleh INKOPONTREN (Induk Koperasi Pondok Pesantren) setidaknya itu yang mencuat dalam koordinasi dengan Deputi Pembiayaan Kemenkop UKM RI di ruang kerjanya.

Terobosan yang dimaksud, Inkopontren mempunyai unit usaha DIGITREN (Digital Sinema Pesantren), “Guna mensiasati syiar koperasi pada generasi milenial maka perlu ada pendekatan khusus, juga sebagai antisipasi kedepan bioskop digital akan booming dimasa mendatang,”kata Tarmidzi Abka yang kerap disapa Bang Jim yang telah memproduksi banyak film dan laris dipasaran, diantaranya, Ayat Ayat Cinta, Kalam Kalam Langit.

“Mohon doanya semoga produksi perdana DIGITREN berjudul “7 Sahabat Langit” diberi kelancaran dan kemudahan, Inshaa Allah akan ambil lokasi syutingnya di Indonesia dan Maroko,” ungkap Arismuda yang juga cukup senior sebagai produser film dan Sinetron.

Selain Film digital, Inkopontren pun telah membuka lahan di Purwakarta dengan memadukan konsep Agro Estate yang islam, “Alhamdulillah kami sudah buka lahan 10 hektare di Purwakarta yang didesain menjadi Kebun Durian dikavling kavling per 50 M2, 100 M2 hingga 1000M2 bersertifikat SHM atas nama pembeli, dalam areal ada Masjid untuk belajar Alqur’an dan sarana olah raga berkuda dan memanah untuk para pemilik kebun dan umum, para pemilik bisa memantau perkembangan pohon Duriannya secara digital melalui aplikasi, produk panen nya kami tampung 100% karena Inkopontren punya gerai untuk penjualan berbagai aneka minuman berbahan dasar durian,” papar Irvan. Lanjut… (bd/prs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.