Home Nasional Hukum Catatan Akhir Tahun 2020: HARAPAN DAN IMPIAN PKS PEMENANG 2024

Catatan Akhir Tahun 2020: HARAPAN DAN IMPIAN PKS PEMENANG 2024

0
LOGO PKS LAMA SAMPAI KINI YANG BARU/IST

by Tarmidzi Yusuf
Pengamat Politik dan Sosial

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengatakan, partainya menargetkan untuk mengusung kadernya menjadi calon presiden atau calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Syaikhu, target PKS pada Pilpres 2024 itu bersamaan dengan target kemenangan sebesar 15 persen di Pemilihan Legislatif 2024.

“Kami akan pegang bahwa target 15 persen (pileg) dengan (target) kedua, yaitu untuk mencalonkan, mengusung kader sebagai capres dan cawapres. Tentu ini amanah Munas ya,” kata Syaikhu usai Musyawarah Wilayah (Muswil) V PKS yang digelar secara virtual, Ahad (27/12/2020) sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Satu sisi bahagia. PKS akan mengusung kader sendiri di Pilpres 2024. Bukan saja harapan dan impian kader PKS saja tapi harapan dan impian ummat Islam Indonesia.

Apa mungkin? Sangat mungkin. Sebenarnya tidak sulit bagi PKS untuk mengusung kader sendiri dan meraih 15% kursi di Pileg 2024. Mengapa?

Posisi politik PKS saat ini sangat menguntungkan. Satu-satunya partai oposisi. Dikagumi oleh jutaan rakyat Indonesia karena berani tampil beda dengan partai lain. Saat partai lain dan geng politik tergoda oleh kekuasaan. PKS konsisten berada diluar kekuasaan, oposisi.

Selain itu, militansi kader PKS tidak perlu diragukan lagi. Diakui, baik oleh kawan maupun lawan. Militansi kader yang tidak dimiliki oleh partai lain. Dorongan aqidah dan ghirah keislaman yang tak bisa dinilai dengan uang.

Persoalannya kemudian adalah, bagaimana PKS mengelola kader dan non kader (simpatisan dan euforia kebangkitan Islam seperti ditunjukkan dalam Aksi 212) menjadi kekuatan untuk merebut suara pada Pileg 2024. Bila PKS cerdik dan cerdas memanfaatkan momentum tersebut, bukan tidak mungkin Pileg 2024 PKS akan keluar sebagai pemenang mengalahkan PDIP. Apalagi PDIP dan Gerindra sedang diterpa isu tak sedap, korupsi dan ‘perebutan’ pengaruh di kekuasaan.

Ke depan, PKS perlu memikirkan bagaimana mengelola simpatisan yang tidak ber-KTA PKS dan diluar struktur kepartaian menjadi bagian dari jaringan suara. Ini perlu dipikirkan oleh PKS. Strategi yang belum tentu dimiliki oleh partai lain. Tidak perlu mereka ber-KTA PKS. Biarkan mereka menjadi volunter suara PKS.

Sisi was-was, dan ini yang patut diwaspadai oleh PKS. Upaya sistematis dari lawan politik PKS. Tidak menutup kemungkinan ada ‘operasi’ intelijen untuk mengkerdilkan dan menghancurkan PKS, baik dari dalam maupun dari luar.

Bukan rahasia lagi, kalau PKS tidak tergoda oleh ‘uang’ dan kekuasaan. Perangkap dan jebakan politik bisa saja mengintai PKS. Peristiwa skandal suap daging sapi impor tahun 2013, harus menjadi warning bagi petinggi PKS agar tidak masuk dalam lubang dan perangkap yang sama.

PKS harus cerdik dan cerdas dalam membaca irama politik yang dimainkan partai lain. Jangan sampai PKS terbawa irama politik partai lain yang akan ‘mengunci’ dan ‘menyandera’ PKS.

Bandung, 15 Jumadil Awwal 1442/30 Desember 2020

Previous articlePA 212 DESAK AGAR PRESIDEN SEGERA BENTUK TIM GABUNGAN PENCARI FAKTA (TGPF) Usut 6 Tewasnya Laskar FPI
Next articleCatatan Akhir Tahun 2020: IH SEREM BANGET, FPI ORGANISASI TERLARANG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.