Home EKONOMI Ini Kisah Akhir Lima Tahun Tersangka, RJ Lino KIni Berrompi Orange KPK

Ini Kisah Akhir Lima Tahun Tersangka, RJ Lino KIni Berrompi Orange KPK

0

POROSNEWS.COM – Richard Joost Lino (RJ Lino) resmi ditahan KPK. Pada Jumat keramat (26/3/21). RJ Lino ditahan setelah rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II. Inilah perjalanannya.

CATATAN AKHIR PEKAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II, Richard Joost Lino (RJ Lino), pada Jumat keramat (26/3/21). RJ Lino ditahan setelah rampung menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II.

KPK sebenarnya sudah tersangka sejak akhir 2015. Ada lima tahun RJ melenggang bebas.
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membeberkan alasan pihaknya baru menahan RJ Lino, Jumat (26/3/2021). Sebab, kata Alex, sapaan karib Alexander, pihaknya terkendala pada penghitungan kerugian keuangan negara terkait pengadaan tiga QCC di Pelindo II.

“Kendalanya memang dari perhitungan kerugian negara, di mana BPK itu meminta agar ada dokumen atau harga pembanding terhadap alat tersebut dan itu sudah kami upayakan baik melalui kedutaan China,” kata Alex di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2021).

RJ Lino akan menjalani masa tahanan pertamanya selama 20 hari ke depan setelah sempat melenggang bebas selama lebih dari lima tahun pasca ditetapkan sebagai tersangka. RJ Lino ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK.

“Hari ini KPK menyampaikan informasi penahanan terhadap mantan Dirut Pelindo II RJL,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/3/2021).

Inilah sosok RJ Lino dari berbagai sumber, RJ Lino lahir di Ambon pada 7 Mei 1953. RJ Lino merupakan lulusan dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

RJ Lino mengawali karir di PT Pelindo II (Persero) sebagai staf di Direktorat Jenderal Hubungan Laut, Departemen Perhubungan, pada tahun 1978. Di sini Lino, pada 1978-1979, dipercaya menjadi manajer proyek pembangunan Pelabuhan Tanjung Priok atas dana Bank Dunia.

Sejak saat itu, karir RJ Lino terus mengalami peningkatan. Hingga pada akhirnya di tahun 2009 hingga 2015, dirinya ditunjuk sebagai Direktur Utama Pelindo II.

Selama menjabat sebagai orang nomor satu Pelindo II, Lino mencatatkan beberapa prestasi gemilang. Dirinya berhasil membawa Pelindo meraup keuntungan bersih sebesar Rp1,26 triliun atau meningkat 32,92% dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa kebijakan lainya adalah dirinya sempat mengirimkan 100 pegawai Pelindo II untuk mengambil master degree di luar negeri seperti Belanda, Belgia, Inggris, Swedia, dan Cina.

RJ Lino beralasan jika proyek-proyek besar bernilai triliun rupiah yang dikerjakan oleh PT Pelindo II (Persero) sangat tergantung pada project human resources.

Kebijakan lainnya, yang dianggap berhasil membawa Pelindo II meraih keuntungan adalah kebijakan pengembangan sistem teknologi komunikasi dan informasi yang terpusat dan terintegrasi. Di mana, dalam penilaian orang telah menyebabkan the company’s better performance.
Pencapaian panjang Lino tersebut didukung juga oleh latar belakang pendidikannya yang sarat akan ilmu pengetahuan yang beragam. Lino menyelesaikan pendidikan diplomanya di bidang hydraulic, di Belanda.

RJ Lino kemudian melanjutkan pendidikannya ke India, Jepang, Amerika Serikat, hingga mendapatkan gelar Master of Business Administration, Institute for Education and Development of Management (IPPM) di Jakarta. (SIN/PRS-RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.