Home Nasional Daerah BANGKAI BUSUK BERTOPENG TEROR

BANGKAI BUSUK BERTOPENG TEROR

0

by Tarmidzi Yusuf
Pegiat Dakwah dan Sosial

Seperti kata pepatah;

Sepintar-pintarnya bangkai disimpan, baunya tetap tercium juga.

Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu waktu akan jatuh juga.

Apa yang tidak bisa diketahui oleh orang di zaman now. Tembok aja katanya bisa bicara.

Al-Hasan al-Bashri ditanya tentang apa itu kejahatan (الحدث), maka beliau rahimahullah menjelaskan,

“Para pembuat fitnah, mereka semua adalah penjahat (pelaku kejahatan) dan para pengikut hawa nafsu, mereka semua adalah pelaku kejahatan.”

Maraknya teror bom akhir-akhir ini tak terlepas dari dugaan adanya ‘permainan’ kelompok tertentu dengan tujuan ‘menutupi’ bangkai busuk yang telah banyak diketahui publik.

Pertama, eksepsi HRS di PN Jakarta Timur telah menelanjangi wajah hukum Indonesia yang diskriminatif. HRS juga dalam eksepsinya membongkar upaya kriminalisasi terhadap kasus kerumunan HRS dan RS Ummi. Pengadilan HRS sarat dengan kepentingan politik dibandingkan dengan penegakan hukum.

Kedua, Politik balas dendam akibat panasnya kompetisi politik pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. HRS dianggap sebagai sasaran balas dendam politik.

Ketiga, kasus pembantaian dan pembunuhan enam laskar FPI yang diduga melibatkan petinggi bidang hukum dan intelijen.

Keempat, penggiringan opini publik dari FPI sebagai korban menjadi FPI sebagai teroris.

Kelima, pembenaran penambahan anggaran berkedok penanggulangan teroris untuk propaganda politik kelompok tertentu.

Keenam, pengalihan isu skandal mega korupsi seperti; Jiwasraya, Asabri, BPJS Ketenagakerjaan, suap pajak dan kondisi keuangan negara yang sedang sekarat.

Ketujuh, memuluskan agenda politik berupa penguasaan partai politik, parlemen, intelijen, polisi, tentara dan peraturan perundang-undangan menuju Indo China Raya.

Jakarta, 19 Sya’ban 1442/2 April 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.