Home Nasional Hukum Covid-19 Meningkat, Haji Tidak Berangkat Lagi

Covid-19 Meningkat, Haji Tidak Berangkat Lagi

0

POROSNEWS.COM – Seperti kita ketahui bahwasannya menunaikan ibadah haji hukumnya wajib bagi umat islam yang mampu secara ekonomi dan fisik yang terjamin kesehatan, keselamatan, dan keamanan. Namun tidak disangka-sangka pemerintah menetapkan pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021, Pertimbangan ini menjadi sangat berat, di antaranya pandemi Covid-19 yang belum berakhir di berbagai belahan dunia, termasuk Saudi sehingga dapat mengancam keselamatan Jemaah.

Mengapa masalah ini menjadi dikritik publik? Karena seperti yang kita ketahui masyarakat banyak yang tidak berpihak ke pemerintah, karena selama pandemi ini masyarakat susah mendapatkan penghasilan karena akses yang terbatas yang diberikan pemerintah makanya apapun kegiatan keputusan yang di tetapkan oleh pemerintah lebih banyak tidak suka nya di banding suka.

Di samping itu pula Kerajaan Arab Saudi hingga kini belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021, inilah yang menjadi faktor terberat untuk menjalankan haji umat muslim di Arab Saudi. Pemerintah Indonesia juga tidak berhenti di situ, pemerintah juga akan berjanji akan terus berusaha supaya jamaah haji Indonesia akan berangkat pada tahun 2022 akan datang.

Beberapa tanggapan netizen yang bermuatan negatif, di mana sejumlah netizen mengatakan ini kesalahpahaman dari pemerintah yang tidak mau mengesahkan keberagkatan haji 2021, adapun yang mengatakan kalau ini sudah memang ketetapan dari pemerintah Arab Saudi.

Menag Yaqut Cholil Qoumas juga menegaskan, pembatalan keberangkatan jemaah haji 2021 bukan karena hutang. Indonesia juga tidak mempunyai hutang atau tagihan yang belum dibayar yang terkait haji, melainkan wabah corona yang semakin meningkat setiap harinya itu yang menjadi alasan mengapa jamaah haji tidak jadi berangkat ke tanah suci mekah.

Adapun alasan terjadinya pembatalan adalah dimana faktor kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji yang terancam akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan pemerintah takut akan terjadinya peningkatan klaster covid-19 ini menjadi lebih meningkat karena seperti yang kita ketahui bahwasannya virus covid-19 ini semakin meningkat di Negara Indonesia maka dari itu akses kita ke Negara lain juga akan terbatas karena demi mencegah dari covid-19 ini.

Bahwa ada seorang jamaah calon haji diwawancara dan mengatakan di media pada belum tentu juga tahun depan umur kita sampai. Dan pada akhirnya hal ini menjadi viral karena apa yang dikatakan ibu itu juga benar tetapi ada juga komentar di tiktok yang mengatakan kalau ini adalah keputusan yang tepat demi mengurangi kasus covd-19 namun di comentar tersebut menjadi pro kontra.

Pemerintah juga akan bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi WNI baik di dalam dan di luar negeri melalui upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

Dana haji bisa diambil Jemaah haji yang gagal berangkat tahun 2021 bisa mengambil kembali biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) yang sudah disetor ke pemerintah, jadi untuk jamaah haji yang tidak bisa berangkat tidak usah khawatir karena pemerintah akan mengembalikan uang jamaah yang sudah di setor.

Kebijakan Pemerintah Arab Saudi Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah haji bagi para jemaah di seluruh dunia, termasuk Indonesia jadi kita tidak bisa memaksa kehendak karena dari pihak pemerintah Arab sendiri belum memberikan kebijakan informasi yang benar-benar jelas, dan jamaah haji berharap pemerintah Arab Saudi segera mengeluarkan kebijakan terkait pembatalan keberangkatan haji.

Ada beberapa jamaah haji yang berpendapat , masalah yang terjadi bukan untuk Indonesia saja, semua negara di dunia ini belum ada yang dapat kuota dan belum ada pengumuman resmi dari pihak Arab Saudi haji tahun ini apakah domestik atau internasional, jelas Konsul Haji dan Umroh dan jamaah pun berpendapat bahwasannya kita harus menerima takdir karena ini juga sudah kesesuaian ketetapan yang sudah di buat oleh Arab Saudi besar harapan jamaah haji semoga di tahun 2022 mereka benar-benar bisa menunaikan ibadah haji, dan mari sama-sama kita berdoa agar di tahun 2022 ibadah haji telah di buka kembali seperti biasanya.

Aniyah, 75 tahun, dan anaknya Ahmad Gazali Salim, 34 tahun, masuk dalam antrian sejak 2013 dengan jadwal keberangkan haji pada tahun 2020. Seluruh pembiayaan juga telah dilunasi.

Namun, mimpi mereka untuk naik haji kembali gagal untuk kedua kalinya ketika pemerintah memutuskan membatalkan ibadah haji tahun ini. Adapun beberapa calon jamaah haji yang sangat kecewa mengatakan, “Kami sangat kecewa, apalagi orang tua saya sudah senja, itu yang ia tunggu-tunggu dalam hidupnya. Sekarang kondisi ibu kini sudah kurang sehat karena semakin tua,” kata Gazali kepada wartawan di Jawa timur.

Adapun pro kontra yang terjadi dimana Pemerinta Arab Saudi yang sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah haji bagi para jemaah di seluruh dunia, termasuk Indonesia jadi kita tidak bisa memaksa kehendak karena dari pihak pemerintah Arab sendiri belum memberikan kebijakan informasi yang benar-benar jelas. Jadi terlepas dari masalah ini Pemerintah Indonesia akan lebih memprioritaskan ke berangkatan haji pada tahun 2022.

Direktur Jenderal Haji dan Umrah Kemenag, Khoirizi mengatakan jemaah yang telah batal berangkat tahun 2021 akan menjadi jemaah haji tahun 1443 H/2022 Masehi. (RED/PRS).

Muhammad Zaibatul Hamdi, Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom UNIVERSTY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.