Home Nasional Daerah Tok…. Majelis Hakim Nyatakan Anton Permana di Vonis 10 Bulan

Tok…. Majelis Hakim Nyatakan Anton Permana di Vonis 10 Bulan

0

POROSNEWS.COM – Anton Permana Akhirnya Divonis 10 Bulan Penjara tapi langsung bebas. Anton Permana terbukti atas  kasus ujaran kebencian dan menyebarkan berita bohong. Anton Permana didakwa melanggar Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Secara kronologis Anton Permana ditangkap Bareskrim Polri pada Oktober 2020. Anton Permana diduga menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Akibat ini aduan yang disampaikan ke pihak polri menjadikan Anton ditangkap

Namun dalam putusan Sidang yang dibacakan oleh majelis hakim di sidang perkara terdakwa Anton Permana di Ruang Sidang Utama, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (23/5/2022). Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Nazar serta hakim anggota Dewa dan Hapsoro Restu Widodo.

“Menyatakan Terdakwa Anton Permana telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana, menyebarkan informasi atau kabar yang tidak benar. Menghukum Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 bulan dikurangi masa tahanan,” kata ketua majelis hakim.

Meski begitu, majelis hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap Anton Permana. Sebab, masa vonis hukuman dikurangi masa tahanan selama Anton menjalani sidang.

Selain itu, hakim memerintahkan agar sebagian barang bukti dimusnahkan dan sebagian lagi dikembalikan. Anton juga dikenakan denda Rp 5.000.

Majelis hakim juga menetapkan Terdakwa tidak ditahan. Menyatakan barang bukti dimusnahkan dan sebagian dikembalikan kepada Terdakwa. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 5.000.

Anton dituduh menyebarkan berita bohon karena memposting di Facebook dan di YouTube. Dia menyampaikan di Facebook dan di YouTube banyak sekali ada beberapa yang disampaikan. isinya adalah soal multifungsi Polri yang melebihi peran dwifungsi ABRI yang dulu kita caci maki, yang NKRI kepanjangannya menjadi Negara Kepolisian Republik Indonesia ada juga soal  pengesahan Undang-Undang Ciptaker bukti negara ini telah dijajah, dan juga negara sudah tidak kuasa lindungi rakyatnya, dan negara dikuasai oleh cukong, VOC gaya baru.

Anton kini bebas, dan kasus ini sama dengan yang kasus menimpa Jumhur Hidayar dan Syahganda Nainggolan dengan kasus yang sama dituduhkan ke pada para aktivis ini. (PRS/WANS)

Previous articleDua Desa di Bantul Dapat Progam Review Berbasis Masyarakat Dari Japan Initiative 
Next articleWUIH, SAMA DENGAN KM 50

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.